Berita

Ketua Umum PWI Margiono (baju hitam)/RMOL

Politik

Margiono: Pers Indonesia di Persimpangan Jalan

SABTU, 15 OKTOBER 2016 | 20:00 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pers Indonesia tengah berada di persimpangan jalan dan dihadapkan pada berbagai pilihan yang bisa menjauhkan pers dari tanggung jawab sebagai pilar demokrasi yang bekerja untuk kepentingan rakyat banyak.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono saat meresmikan kantor PWI Sabang di Jalan S. Parman, Sabang, Sabtu siang (14/10).

Peresmian itu juga dihadiri Walikota Sabang Zulkifli H. Adam, dan unsur pimpinan PWI dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebelum peresmian, pada Jumat malam, PWI menggelar Konferensi Kerja Nasional (Konfernas) yang membahas berbagai program kegiatan dalam waktu dekat serta usulan perubahan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.


Margiono mengatakan, posisi kantor PWI Sabang yang berada di persimpangan Jalan S. Parman dan Jalan A. Yani mengingatkan dirinya pada situasi pelik yang tengah dihadapi pers Indonesia.

Menurut Margiono, di persimpangan jalan itu pers Indonesia menghadapi ancaman dari tiga hal yang datang di saat bersamaan, yakni kepentingan politik, kepentingan korporasi dan gempuran informasi media sosial yang sering kali mengabaikan fakta dan kebenaran.

"Kita sekarang menyaksikan bagaiman kepentingan kelompok politik menjadikan pers sebagai alat kepentingan. Pengabdian pers tidak lagi pada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, tapi pada kepentingan politik partai dan atau politisi. Ini memprihatinkan," ujar Margiono.

Demikian juga dengan kelompok korporat yang memanfaatkan pers sebagai alat untuk mengawal kepentingan ekonomi mereka.

"Ancaman yang lain adalah dari media sosial yang berkembang dengan sangat cepat belakangan ini. Sepintas media sosial menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan informasi dan membantu masyarakat untuk memahami persoalan dan mencari jalan keluar. Tapi tidak jarang kita saksikan media sosial menjadi alat untuk memperkeruh keadaan," masih kata Margiono.

Jalan keluar terbaik dari kemelut di persimpangan jalan ini, sebut Margiono, tidak lain dan tidak bukan adalah peningkatan kompetensi wartawan.

"Menjadi kewajiban kita semua untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi anggota PWI. Hanya dengan itu, kita bisa mempertahankan diri di persimpangan jalan ini," demikian Margiono. [dem]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya