Berita

Rini Soemarno/Net

Bisnis

Rini Instruksikan Anak Cucu BUMN Melantai Di Bursa Tahun Depan

Jangan Bergantung Dari Modal Negara
JUMAT, 14 OKTOBER 2016 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menginstruksikan perusahaan BUMN beserta anak usahanya memperbanyak penawaran sa­ham perdana atau Initial Public Offering (IPO) untuk mem­perkuat permodalan. Terlebih, ditahun 2017 perusahaan-pe­rusahaan pelat merah tersebut tidak lagi mendapat suntikan modal dari negara.

Sayangnya, hingga saat ini masih minim BUMN maupun anak usahanya yang melantai di bursa. Kementerian BUMN juga disarankan melakukan au­dit dan pengawasan yang lebih ketat sebelum IPO dilakukan. Langkah ini untuk mencegah kerugian akibat permainan poli­tik dalam proses tersebut.

"Tahun depan anak-anak dan cucu BUMN harus IPO untuk dapat meningkatkan kemam­puan BUMN. Jangan bergantung pada suntikan modal negara, BUMN harus mandiri," kata Rini di Jakarta.


Dilanjutkannya, semaksi­mal mungkin BUMN jangan bergantung pada PMN, namun ada perusahan yang mendapat penugasan-penugasan khusus dari pemerintah yang memang perlu minta PMN.

"Kalau yang penugasan me­mang programnya sangat agresif dan besar sehinga butuh sun­tikan modal. Di luar itu, harus mampu meningkatkan kapasitas secara mandiri," tutur Rini.

Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan pihaknya tengah melakukan pembahasan internal untuk melakukan IPO anak usaha perseroan.

"Sedang kita bahas lebih rinci, kita akan siapkan anak usaha kita agar bisa IPO tahun depan. Kita lihat, mana yang sanggup IPO lebih dulu," kata Edi kepada Rakyat Merdeka.

Ia melanjutkan, rencananya, Pelindo III akan melakukan IPO untuk satu anak usahanya di tahun depan. Namun tidak menutup kemungkinan IPO ini akan dilakukan untuk anak usaha lainnya.

"Peluang terbesar adalah anak usaha, kalau Pelindo III kita harus matangkan konsepnya se­cara menyeluruh. Tahun depan, minimal satu anak usaha sudah IPO," tegas Edi.

Ketua Komisi XI DPR Mel­chias Marcus Mekeng meminta BUMN segera melakukan penawaran umum perdana saham. Langkah ini dilakukan agar BUMN menjadi lebih transparan dan akuntabel.

"BUMN di-IPO-kan biar lebih transparan dan akuntabel. Kita di DPR juga akan mempermudah prosesnya, nggak akan berbelit, tergantung dari seberapa besar sa­ham BUMN itu nantinya diminati oleh masyarakat atau investor di dalam negeri," kata Mekeng.

DPR, sambungnya, mem­buka pintu selebar-lebarnya bagi BUMN yang ingin IPO, asalkan ada pasarnya agar sahamnya dapat terserap pasar.

"Yang penting pasarnya jelas, agar saham terserap di publik. Percuma kalau IPO tapi saham­nya nggak laku," tegasnya.

Pengamat BUMN Naldy Naldy Nazar mengatakan, sebe­lum perusahaan pelat merah melakukan IPO, Kementerian BUMN diminta melakukan au­dit dan pengawasan yang ketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya kerugian akibat adanya permainan politik dalam proses IPO.

"Jangan sampai IPO di poli­tisasi dan akhirnya justru menimbulkan kerugian buat negara," ujar Naldy kepada Rakyat Merdeka.

Ia melanjutkan, indikasi adanya permainan dalam proses ini bisa terlihat mulai dari kebijakan penentuan harga yang terlalu murah dan kemungkinan terkon­sentrasinya pemilikan saham di satu kekuatan.

"Ini yang harus diawasi benar-benar. Percuma kalau di IPO tapi sahamnya mudah dan pembelian sahamnya dipolitisir. Bukannya berkembang, BUMN malah sulit berkembang ke depannya," tegasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya