Berita

Miryam S. Haryani/Net

Politik

Hanura Tolak Usulan PDIP Agar Ahok Pakai Jubir

JUMAT, 14 OKTOBER 2016 | 10:14 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selayaknya bisa memiliki jurubicara (jubir). Sebab, pernyataan Ahok tidak jarang menuai kontroversi.

Seperti yang dilakukannya baru-baru ini, Ahok menyinggung QS Al-Maidah, yang akhirnya menjadi pro-kontra panas di publik.

Menanggapi itu, Anggota Fraksi Partai Hanura DPR yang juga Tim Pemenangan Pasangan bakal cagub-cawagub Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI 2017, Miryam S. Haryani menilai jubir tidak diperlukan untuk setingkat pemerintah provinsi.


"Untuk pemerintah provinsi sendiri saya rasa nggak perlu ya, ya karena biar masyarakat juga cukup puas tentang yang dikerjakan Ahok-Djarot ini," kata Miryam ketika dihubungi, Jumat (14/10).

Miryam menjelaskan, wilayah Jakarta yang dinilai tak cukup besar ini masih mampu dijangkau oleh pasangan Ahok-Djarot untuk bekerja sendiri tanpa jubir.

"Karena Jakarta kan nggak luas-luas banget lah, bisa dijangkau. Corongnya kan di situ Ahok-Djarot. Jadi agar pemerintah provinsi lebih maksimal, ya (langsung) Ahok-Djarot aja," ujarnya.

Anggota Komisi V DPR ini juga mengkhawatirkan esensi kepuasan masyarakat terhadap Ahok akan hilang jika pembicaraannya disampaikan melalui jubir.

"Kalau nanti melalui jubir nanti kurang link ya, kecuali jubir di tim pemenangan. Nanti salah satu ciri Ahok hilang. Dan karena masyarakat kan butuh langsung ya," ucap Miryam.

Ia juga meyakinkan, kehadiran jubir tidak akan banyak membantu karena tak lama lagi akan masuk dalam masa cuti petahana jelang pilkada.

"Tapi kan nanti dia nanti mau cuti, nggak ada masalah," tukas Miryam. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya