Berita

Buya Syafii

Politik

Surat Terbuka Untuk Buya Syafii Maarif

JUMAT, 14 OKTOBER 2016 | 09:46 WIB

Assalamualaikum Wr Wb.

BUYA Syafii Maarif yang saya hormati.

Terlebih dahulu saya mendo'akan agar Buya senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin. Sebelum saya melanjutkan surat terbuka ini, saya memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada Buya atas kelancangan saya menulis surat terbuka ini kepada Buya. Semoga Buya berkenan dan Allah SWT memberkahi kita semua.


Buya Syafii Maarif yang saya hormati.

Setelah mendengar dan menyimak apa yang Buya sampaikan dalam sebuah acara talk show yang di siarkan secara live oleh sebuah stasiun Televisi swasta pada Selasa malam (11/10), sebagai generasi muda Pergerakan Muhammadiyah sekaligus sebagai putra kelahiran Sijunjung Sumatera Barat, kebetulan juga daerah kelahiran Buya, secara pribadi saya sangat menyayangkan apa yang Buya sampaikan dengan gamblang di hadapan ratusan juta pasang mata yang menyaksikan acara tersebut.

Apa yang Buya sampaikan tersebut ditanggapi beragam oleh masyarakat di banyak media sosial. Pada umumnya mereka sangat menyayangkan penyataan Buya tersebut.

Pernyataan Buya yang seakan menambah luka sebagian umat muslim di Tanah Air, yang sudah terlanjur tersakiti oleh arogansi seorang Gubernur di ibukota Republik ini. Di mana kebebasan beragama telah dinodai, mencabik asa persatuan yang selama ini dibina.

Pernyataan Buya pada acara tersebut meninggalkan tanda tanya besar di kepala saya, ada apa dengan Buya...??

Buya...

Saya kasihan melihat Buya dihujat, dicaci bahkan dibenci oleh saudara Buya sendiri, yaitu umat muslim yang merasa dilecehkan kitab sucinya. Mereka yang merasa terluka oleh pernyataan seorang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang nota bene sorang nonmuslim. Pernyataan Buya yang bernada membela Ahok membuat kami gelisah dengan sikap Buya sekaligus bertanya mengapa dan ada apa dengan Buya kami.

Pernyataan Buya juga mengingatkan saya pada sebuah tulisan salah seorang anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yaitu Ustadz Irsyad Syafar beberapa waktu lalu.

Ada baiknya Buya kembali membaca serta "mainokmanuangkan" tulisan yang berjudul "Pulanglah Buya". [Klik: Pulanglah Buya]

Apa yang ada dalam tulisan itu mungkin ada juga benarnya. Sudah saatnya Buya harus pulang ke kampung halaman kita.

Untuk sekedar melepas kepenatan Buya di tengah gegap-gempita kota Metropolitan. Adakalanya Buya sejenak harus meninggalkan hinggar bingar serta hiruk-pikuk perpolitikan Nasional. Sudah saatnya Buya berhenti sejenak, dan pulang kekampung halaman kita.

Berdakwah dari "pondok sawah" yang satu "kepondok sawah" yang lain. Untuk sekedar menyapa generasi muda kita dari

"Dangau ke Dangau"

Menyelamatkan moral generasi muda kita yang sudah sangat jauh melenceng dari nilai nilai Agama. Atau setidaknya melepaskan kerinduan kami terhadap Buya. Atau mungkin memang Buya sudah lupa atau bahkan tidak peduli lagi dengan Sumpur Kudus, Sujunjung, Sumatera Barat.

Semoga Buya masih peduli dengan tanah kelahiran Buya sendiri,walau sering kali Buya hadir dalam jamuan makan malam bersama mereka, di hotel berbintang dan Restoran mewah. Menikmati makanan lezat sambil tertawa bersama.

Buya adalah sahabat sekaligus guru dari orang tua saya. Bukan bermaksud menggurui Buya, tapi hanya sekedar mengingatkan. Kalau apa yang Buya sampaikan pada acara tersebut, sangat tidak mencerminkan ucapan seorang ulama sekaliber Buya. Atau memang faktor usia membuat Buya banyak lupa.

Mungkin Buya masih ingat dengan sebuah pepatah minang: Jalan diasak urang lalu, urang batandang mambaok lapiek, cupak dipapek urang panggaleh".

Semoga apa yang kami cemaskan, tidak terjadi terhadap bangsa yang bernama Indonesia ini. Jangan sampai anak cucu Buya menjadi tamu di negeri sendiri.

Dan akhirnya saya atas nama putra kelahiran Ranah Langsek Manih mengimbau pulang lah Buya. Unggan, Silantai, Tanjung Bonai Aur merindukan kehadiran Buya. Insya Allah..! [***]

Hendry Patopang

Generasi muda pergerakan Muhammadiyah & Putra Sijunjung Ranah Lansek Manih

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya