Berita

Politik

Sambut Baik, PAN Tak Anggap PSI Sebagai Ancaman

KAMIS, 13 OKTOBER 2016 | 21:39 WIB

Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) lolos seleksi badan hukum partai politik dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

PSI diharapkan bisa mengusung politik yang teduh, beretika dan membawa nilai tambah dibanding partai politik yang sudah ada saat ini.

"Apalagi PSI membawa cara berpolitik baru dengan berkampanye menggunakan media sosial," ujar Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno saat dihubungi, Kamis (13/10).


Dia mengakui partai tersebut mempunyai irisan pemilih yang hampir sama dengan partai berlambang matahari ini. Yaitu, memperebutkan pemilih pemula dan juga kader-kader Muhammadiyah.

Namun, dia menggangap kehadiran partai tersebut bukan sebagai ancaman bagi partainya. Tapi malahan bisa menjadi pembelajaran politik bagi masyarakat tentang cara berdemokrasi secara modern.

"Tapi perlu diingat, kami punya pemilih pemula yang loyal yang berasal dari pengagum Amien Rais yang sudah dikenal sebagai tokoh reformasi," ungkap politikus muda ini.
 
Eddy memastikan pemilih loyal tersebut akan sangat sulit untuk berpindah partai termasuk memilih PSI. "Mereka sangat sulit untuk dipengaruhi," klaimnya.

Untuk mengambil hati pemilih, Eddy mengatakan, partainya akan terus menyapa masyarakat di kalangan bawah sebanyak-banyaknya. Terlebih, dia mengakui partainya tidak mempunyai media atau memiliki pengusaha besar.

"Jadi kami sadari itu. Akhirnya kami akan berjuang lebih keras dibanding teman partai yang lain yang telah mempunyai semua modal itu," tandasnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya