Berita

Foto/Net

Bisnis

Menperin Dicecar Soal Harga Gas Yang Nggak Turun-turun

Rapat Kerja Di DPD
RABU, 12 OKTOBER 2016 | 08:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Perindustrian (Men­perin) Airlangga Hartarto, ke­marin, menghadiri undangan rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk membahas soal masih mahalnya harga gas di daerah yang membuat banyak perusahaan di daerah menjerit.

Rapat kerja dengan Komite II yang membidangi masalah energi dan sumber daya min­eral dimulai sejak pukul 10.00 WIB di Gedung B DPD Lantai 3. Rapat dipimpin oleh Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba.

Dalam rapat tersebut, Menper­in tidak datang sendiri. Politisi Golkar ini membawa anak buah­nya. Antara lain, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elek­tronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Ketah­anan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto, Dirjen Pengemban­gan Perwilayahan Industri (PII) Imam Haryono, dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih.


Saat membuka rapat, Par­lindungan mengatakan, rapat dengan Menperin kali ini untuk membahas mengenai harga gas industri yang tidak turun-turun. Padahal, penurunan harga gas tersebut sudah masuk dalam paket kebijakan ekonomi yang di keluarkan oleh pemerintah.

"Namun, sayangnya harga gas masih tinggi sekitar 8-10 dolar AS per Million Metric British Ther­mal Units (MMBTU)," ujarnya.

Menurut Parlindungan, ma­halnya harga gas berdampak pada daya saing industri. Se­mentara, negara lain harganya lebih murah. Bahkan, kata dia, akibat mahalnya harga gas ini berdampak pada masuknya in­vestasi ke Tanah Air.

Padahal, untuk meningkatkan jumlah investasi yang masuk perlu diberikan kemudahan kepada investor. Salah satunya dengan memberikan harga gas yang murah.

Dia menambahkan, selama ini banyak pengusaha daerah yang menyampaikan keluhannya ke­pada DPD mengenai harga gas industri. Tingginya harga gas industri pun sangat membebani pengusaha pada berbagai daerah. "Sudah sangat banyak pengusaha yang melapor kepada kami. Itu jadi beban, apalagi bagi pengu­saha daerah," ujarnya.

Karena itu, dia meminta, Menperin selaku pihak yang me­naungi industri untuk membantu mempercepat penurunan harga gas industri. Apalagi Presiden Jokowi sudah memerintah su­paya harga gas 6 dolar AS per MMBTU.

Menperin mengatakan, terus berusaha agar harga gas in­dustri bisa turun secepatnya. Dengan turunnya harga gas akan membuat industri nasional lebih bersaing di pasar global. "Memang harus didorong (penu­runan harga) agar industri kita bisa bersaing. Salah satu yang dilakukan adalah harga di hulu harus mampu bersaing dengan negara lain," kata dia

Dia mengakui, saat ini harga gas mencapai 9,5 dolar AS per MMBTU. Padahal, harga gas di Vietnam hanya 7 dolar AS per MMBTU, di Malaysia 4 dolar AS per MMBTU dan di Singapura 4 dolar AS per MMBTU.

Menperin menambahkan, Presiden Jokowi sudah member­ikan target kepada para menteri sektor ekonomi untuk menetap­kan harga gas industri di bawah 6 dolar AS per MMBTU. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan harga gas di hulu 4 dolar AS per MMBTU. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya