Berita

Alessandro Del Piero-Pastor Markus Solo Kewuta

Dunia

Paus Fransiskus Ajak Masyarakat Olahraga Lawan Diskriminasi Dan Korupsi

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 10:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Paus Fransiskus mengajak pemimpin dan masyarakat olahraga untuk melawan diskriminasi yang terjadi dalam dunia olahraga. Paus menegaskan dimensi keterbukaan dari dunia olahraga dengan merangkul semua orang tanpa perbedaan. Pimpinan tertinggi Umat katolik ini juga mengajak masyarakat olahraga untuk melawan korupsi  yang terjadi di dunia olahraga.

Hal ini disampaikan Paus Fransiskus dalam pidato pembukaan Konferensi Dunia Olahraga & Kepercayaan Se-Dunia  dengan thema Olahraga untuk Pelayanan Kemanusiaan (Sport At The Service of Humanity The First Global Conference on Sport & Faith) di Aula Paulus ke VI, Vatikan (Rabu, 5/10).


Konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari itu, seperti yang dilaporkan oleh Pastor Markus Solo Kewuta SVD dari Vatikan, dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, ikon sepak bola Italia Alessandro del Piero, para atlit dan para pemuka agama.

Konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari itu, seperti yang dilaporkan oleh Pastor Markus Solo Kewuta SVD dari Vatikan, dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, ikon sepak bola Italia Alessandro del Piero, para atlit dan para pemuka agama.
 
Menurut Pastor Markus Solo, dalam pidatonya Paus menyatakan bahwa merupakan kepedihan yang sangat bagi olahraga dan kemanusiaan jika masyarakat tidak dapat mempercayai lagi hasil dari olahraga. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap olahraga akan menghilangkan antusiasme atau kegembiraan serta menyurutkan partisipasi masyarakat dalam olah raga.
 
"Dalam olahraga, sebagaimana kehidupan, hasil dari sebuah pertandingan olahraga adalah penting. Namun demikian, bermain dengan baik dan jujur jauh lebih penting. Saya yakin bahwa pertemuan tiga hari ini, mendorong kita semua untuk mengeksplor lebih jauh tentang kebaikan dari olahraga dapat diberikan kepada masyarakat dunia," ujar Paus Fransiskus sebagaimana diungkapkan Pastor Markus Solo.
 
Selain mengutuk korupsi dalam tubuh olah raga, Paus Fransiskus juga menyerukan agar para atlit olah raga bebas dari doping serta mendorong para atlit untuk menggunakan olah raga sebagai pengembangan personal dan kesetiakawanan.
 
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengharapkan dan segaligus menekanakan, pentingnya peranan olah raga sebagai sarana untuk memajukan nilai-nilai luhur bagi kemanusiaan, persatuan, perdamaian, kerukunan, integritas jasmani dan rohani.  Secara jelas Ban Ki-moon menegaskan bawa olah raga tidak mengenal diskriminasi, dan membuka kesempatan untuk semua orang  terutama di negara-negara berkembang.
 
Sejalan dengan Ban Ki-moon, Thomas Bach menjelaskan bahwa olah raga dan iman merupakan kehormatan bagi martabat serta derajat yang sama bagi seluruh umat manusia.

"Di dunia olahraga, seperti halnya kepercayaan, kita semua sama. Ada hukum universal bagi olah raga. Prinsip persamaan, dan tidak ada diskriminasi mengijinkan baik olahraga dan kepercayaan untuk mempromosikan nilai-nilai solodaritas dan perdamaian," ujar Ban Ki-moon.
 
Sementara itu, ikon sepak bola Italia, Alessandro Del Piero menyatakan bahwa bagi dirinya, olah raga adalah hidup  itu sendiri. Menurut mantan pemain Juventus itu, dirinya selalu berusaha  memberikan seluruh dirinya untuk menghormati aturan main dan dengan kesabaran yang tinggi yang senantiasa membuatnya selalu siap serta bersama dengan tekat dan nilai kemanusiaan yang kesemuanya selaras dalam mimpi.
 
"Olah raga hendaknya menjamin integritas diri dan menjadikan seseorang dengan pribadi yang seimbang baik mental dan jasmani, dewasa dan berguna," ujar Pastur Markus Solo seperti menirukan ucapan Del Piero.
 
Markus Solo Kuweta itu juga menitipkan salam untuk masyarakat Indonesia dan mengungkapkan keinginan bintang dunia itu dapat berkunjung ke Indonesia. Hanya saja, pada saat ini, harapan untuk berkunjung ke Indonesia belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya