Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Empat WN Malaysia Yang Jual Buku Manifesto Komunis Sudah Dibebaskan

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 06:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Empat warga negara Malaysia yang sempat ditangkap karena menjual buku Manifesto Komunis dalam Indonesia International Book Fair (IIBF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, akhirnya dibebaskan. Mereka pun sudah mengambil pasport masing-masing setelah sempat ditahan polisi.

Keempat warga negara Malaysia ini bebas atas jaminan dari  Penasihat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kartini Nurdin. Mereka adalah Zulfikri Zamir bin Mohammad Munir (31) dari penerbit Thukul Cetak, Sakri bin Abdullah (51) selaku pimpinan stand, serta dua orang penjaga stand yaitu Mohd Rozla Bin Muhammed Noor (46) dan Khairul Nizam bin Muhammad Yunis (45).

IIBF merupakan salah satu pameran buku terbesar di Indonesia yang sudah terselenggara sejak 1980, yang bermula dari Indonesia (IIBF). Tahun ini, IIBF diselenggarakan di Assembly Hall Jakarta Convention Center pada tanggal 28 September-2 Oktober 2016. Sebanyak 22 penerbit dari Malaysia terlibat dalam pameran ini, yang salah satunya adalah penerbit Thukul Cetak, yang menjual buku Manifesto Komunis. Polisi menangkap empat warga Malaysia ini untuk meminta keterangan soal buku tersebut.


Kasus ini pun mendapat perhatian dari media Malaysia seperti bharian. Dilansir dari media Malaysia ini, Pengurus Besar Institut Terjemahan & Buku Malaysia (ITBM), Sakri Abdullah, mengatakan bahwa keempat warga Malaysia tersebut dimintai penjelasan mengenai buku tersebut.

"Enam naskhah Manifesto Komunis dirampas atas faktor ideologi itu yang diketahui menyebabkan ramai kematian di banyak negara. Kandungan buku itu menolak ideologi komunis tetapi sampulnya yang memaparkan gambar tukul dan sabit menyinggung sensitiviti masyarakat Indonesia," kata Sakri.

Pengalaman ini, ungkap Sakri, tentu saja menjadi pengalaman berharga. Semua penerbit Malaysia akan diberitahu soal panduan mengukikuti pameran. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya