Berita

Net

Hukum

PBNW Minta Kemendagri Tertibkan Dualisme Di Kepengurusannya

SENIN, 03 OKTOBER 2016 | 23:21 WIB | LAPORAN:

Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) meminta Kementerian Dalam Negeri menertibkan dualisme kepengurusan di internalnya.  

"Kesbangpol pembina ormas kami harapkan menertibkan ormas yang mengaku PBNW dan kami sudah lapor ke sana Jadi kami diminta sosialisasi oleh Kemenkumham juga," kata Sekjen PBNW Lalu Abdul Muhyi Abidin di Jakarta, Senin (3/10).

Menurutnya, secara yuridis, PBNW sudah berdiri sejak lama dan dipimpin Sitti Raihanun Zainuddin atau Umi Rahainun sebagai ketua umum.


"Walau secara de facto ada yang mencoba mencaplok PBNW dengan muncul akte pada 2014 yang diketuai Zainul Majdi (gubernur NTB)," ujar Muhyi.

Mahkamah Agung juga sudah menetapkan bahwa kepengususan yang sah adalah di bawah kepemimpinan Sitti Raihanun Zainuddin, dan berdasar putusan MA pula Menkumham melalui surat Nomor AHU-26.AH.01.08 tahun 2016 tertanggal 24 Agustus 2016 membatalkan surat keputusan Kemenkumham Nomor AHU-00297.6010.2014 yang secara hukum membatalkan kepengurusan di bawah pimpinan Zainul Majdi yang sebelumnya membuat akte pendirian baru untuk PBNW.

"Jadi atas putusan MA dan pembatalan surat kemenkumham itu, saya berharap semua pihak termasuk Zainul Majdi menaati dan mematuhi putusan hukum tersebut. Sedangkan bagi seluruh pendukung ormas PBNW diminta untuk tetap menjaga kekompakan, stabilitas dan kondusifitas di wilayahnya masing-masing," jelas Muhyi.

Selain itu, dia juga meminta agar seluruh pihak menghindari tindakan provokatif yang menyebabkan terjadinya dualisme kepemimpinan PBNW.

"Sebab, saat ini semua sudah clear hanya ada satu PBNW maka seluruh lembaga yang bernaung dalam PBNW. Dalam penggunaan nama, lambang, atribut, logo dan bendera PBNW harus seizin PBNW kepemimpinan Sitti Raihanun Zainuddin," tegas Muhyi. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya