Berita

Net

Hukum

Otak Pembunuh Yuyun Divonis Mati

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 22:35 WIB

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rejanglebong, Bengkulu menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Zainal alias Bos, salah satu terdakwa pembunuh pelajar SMP Yuyun (14). Pria berumur 23 tahun itu merupakan otak aksi pemerkosaan disertai pembunuhan yang menimpa Yuyun pada April 2016 lalu.

"Terdakwa terbukti bersalah dan yang mengajak serta menyuruh terdakwa lainnya dalam kasus ini," kata Ketua majelis hakim PN Rejanglebong Heny Farida seperti dikutip Antara, Kamis (29/9).

Sementara, empat terdakwa lain yakni Tomi Wijaya (19) alias Tobi, M. Suket (19), Mas Bobby (20), dan Faisal alias Pis (19) masing-masing dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa. Selain itu, kelima pelaku juga diwajibkan membayar biaya perkara Rp 2.000, serta denda Rp 2 miliar subsider tiga bulan penjara.


Sidang yang terbuka untuk umum itu dipimpin Heny Farida dibantu dua hakim anggota Hendri Sumardi dan Fahrudin. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Arlya Noviana Adam dan Novan Harpanto. Jalannya sidang dikawal puluhan petugas kepolisian bersenjata lengkap.

Kelima terdakwa terbukti telah melakukan pelanggaran pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, kemudian pasal 80 ayat 3 dan pasal 81 ayat 1 junto pasal 76d UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Menanggapi vonis hakim, tim penasehat hukum kelima terdakwa yaitu M. Gunawan, Bahrul Fuadi dan Kristian Lesmana menyatakan akan pikir-pikir. Serta berupaya agar hukuman diringankan mengingat kelimanya belum pernah dihukum. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya