Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Gerindra: Dana Kampanye Besar, Minimal Butuh Rp 50 M

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 21:38 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengakui biaya kampanye pada Pilkada DKI Jakarta sangat besar. Pasalnya, pasangan calon harus melakukan serangkaian kegiatan dan pertemuan dengan masyarakat.

"Ya di media, bersuamuka, terus melakukan uji ide. Nah ini yang menyebabkan menjadi agak, mungkin tepatnya bukan hanya mahal ya, tapi juga sering berjumpa dalam banyak forum. Perjumpaan itu, ya di gedung, di luar gedung, memerlukan energi," jelasnya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9).

Namun demikian, mahalnya dana kampanye lebih karena partai belum bekerja maksimal. Jika partai sudah bekerja maksimal, beban kampanye dapat dibagi.


"Ini kan barang baru jadi seminggu, penganten ini," tandasnya.

Untuk memaksimalkan mesin partai, pihaknya memastikan bahwa 73 anggota DPR akan masuk dalam tim kampanye demi pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga S. Uno.

Soal bagaimanakah cara untuk mendapatkan dana kampanye, Gerindra dan PKS akan mengumpulkan sumbangan dari orang-orang yang merasa bertanggungjawab atas kebaikan Jakarta.

"Jadi dana itu saya kira yang paling penting menggali dari sumber-sumber kader, pendukung yang ada, orang-orang yang bersimpati," ungkapnya.

"Gerindra terus terang tidak memberikan bantuan dalam bentuk pembiayaan. Tapi kita akan menggerakan seluruh kader yang ada untuk bekerja secara sungguh-sungguh agar apa yang diputuskan dua partai ini bisa diterima rakyat Jakarta sebagai pemimpin baru untuk Jakarta yang baru," lanjutnya.

Berdasarkan hitungan dia, setidaknya untuk memenangkan pasangan Anies - Sandi dibutuhkan dana setidaknya Rp. 50 miliar. "Ya, hitungan saya Rp. 75 miliar atau Rp. 50 miliar lah. Cekaknya Rp.50 miliar. Kalau ada uang Rp.100 miliar, ya longgarlah," tandasnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya