Berita

UIN Jakarta/Net

Politik

PPIM UIN Jakarta Desak Buku Pelajaran Ditangani Kemenag

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 14:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Saiful Umam‎ mengaku kaget dengan adanya poin-poin ajaran radikal yang tersebar di buku pelajaran siswa.

Terlebih, saat ia mengetahui bahwa yang menerbitkan buku tersebut adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bukan dari Kementerian Agama (Kemenag).

‎"Kami baru tahu, kebijakan membuat buku teks pelajaran itu bukan dibuat oleh Kemenag. Tapi di Kemendikbud," ujar Saiful Umam dalam seminar bertajuk 'Paham Eksklusif dan Radikalisme di Sekolah: Meninjau Ulang Kebijakan Negara dan Politik Pendidikan Islam' di Auditorium Utama FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (29/9).


‎Sementara peneliti PPIM Didin Syafruddin menjabarkan bahwa di beberapa daerah sempat marak menolak buku bahan karena adanya paham praktik ibadah yang berbeda. Di bahan ajar itu juga mengandung nuansa kekerasan seperti memperbolehkan membunuh orang yang musyrik, walaupun tidak dijelaskan secara detail.

"Bahan ajar itu bukan buku teks, tapi Lembar Kerja Siswa (LKS). Kita juga heran kok LKS mengandung intoleransi," ujarnya.

Menariknya, lanjut Didin, pembuatan LKS itu merujuk pada buku teks Pendidikan Agama Islam yang diterbitkan Kemendikbud. Didin menduga Kemendikbud bisa kecolongan karena terlalu banyaknya program yang dikerjakan.

"Kalau begitu, pikiran kita, Kemenag yang lebih pas menangani buku teks itu. Walapun tidak ada jaminan juga. Tapi Kemenag setidaknya punya ahli untuk itu," tandasnya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya