Berita

Miryam S Haryani/RMOL

Politik

Ketum Srikandi Hanura Kritik Rusun Untuk Korban Banjir Garut

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 14:38 WIB | LAPORAN:

DPP Srikandi Hanura mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Kota Garut, Jawa Barat.

Ketua Umum Srikandi Hanura Miryam S. Haryani mengatakan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan bantuan logistik kepada korban bencana berupa kebutuhan rumah tangga dan peralatan sekolah ke dua daerah yang belum tersentuh bantuan.

"Desa Sindang Heula dan Jayawaras masih belum tersentuh. Jadi kita berikan bantuan khususnya untuk ibu-ibu dan anak-anak seperti kompor, kasur, susu, dan peralatan rumah tangga lainnya," kata Miryam kepada wartawan di Desa Sindang Heula, Garut, Jawa Barat, Kamis (29/9).


Kedatangan Srikandi Hanura, kata Miryam, juga ingin menghibur warga yang sampai hari ini masih belum menemukan anggota keluarganya yang hanyut terbawa arus.

Selain kedua desa tersebut, dengan total dana yang terkumpul sebanyak Rp 65 juta juga akan dibagikan kepada warga di kecamatan Garut Kota dan Tarogong Timur.

Miryam yang juga anggota Komisi V DPR ini tak setuju dengan rencana pemerintah membangun rumah susun untuk warga yang terdampak banjir.

"Rusun itu untuk orang sunda tidak tepat. Memang bagus rencananya tapi pemerintah harus melihat secara kultur juga. Orang sunda itu yang penting ada halaman dan tanah bukan soal temboknya," kata Miryam usai meninjau lokasi bencana.

Banjir di Garut tidak bisa disamakan dengan yang rutin terjadi di Jakarta.

"Mereka bukan pendatang yang bisa direlokasi karena tinggal di bantaran kali. Tapi ini memang pemukiman warga yang tak pernah banjir," kata Miryam.

Ia melalui Komisi V DPR akan meminta Direktorat Perumahan Rakyat dibangun perumahan yang layak, atau rumah berjajar sementara. Meskipun sejauh ini, ia menilai penanganan terhadap korban terdampak banjir sudah cukup bagus.

"Kan ada program perumahan rakyat. Ini jadi prioritas. Jangan pencitraan saja, tapi actionnya," demikian Miryam.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya