Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Rehabilitasi Nama Novanto Sudah Benar

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 14:34 WIB | LAPORAN:

. Kasus "Papa minta saham" harus diurai sejak awal. Kasus tersebut muncul karena adanya laporan dari Sudirman Said yang kala itu Menteri ESDM atas bukti rekaman ilegal yang dia terima dari Ma'roef Sjamsuddin yang ketika itu menjadi Dirut PT Freeport Indonesia.

"Sekarang MK mengatakan Maroef lakukan kegiatan intelijen ke Novanto. Dan ini ilegal," tegas Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9).

Padahal, menurut Fahri, diterapkan single user seperti yang mau diterapkan oleh Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.


"Maroef melakukan operasi intelijen dan bukan untuk single client. Kliennya dia berikan ke Sudirman Said dan Sudirman Said menggunakan ini untuk keperluan politiknya yaitu untuk menyingkirkan Novanto," jelasnya.

Nah, data intelijen yang disampaikan SS itu menurut Fahri merupakan hasil curian. Hasil curian tersebut lalu dibedah MKD.

"Saya protes lalu saya dipecat partai saya. Tidak boleh menteri datang ke gedung ini kecuali diundang. Dia (SS) datang dan mempengaruhi MKD dan difestivalisasi. Saya kritik terbuka ke pimpimpinan MKD yang lama bahwa MKD dijebak," bebernya.

Bagi Novanto, lanjut Fahri, kerusakan bagi dirinya sudah terjadi. Sudah dibuka rahasia pribadinya. "Harusnya dia katakan, barang saya dicuri. Karena nama Sudah Novanti sudah rusak, meski MKD tidak memutuskan pemecatan Novanto tapi sidang itu merusak nama Setya Novanto dan ada tekanan ke dia untuk mengundurkan diri," jelasnya.

Untuk itu, Fahri menilai MKD sudah mengambil keputusan yang benar jika peninjauan kembali (PK) Novanto untuk merehabilitasi namanya diterima. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya