Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kiai Muda NU Jakarta: Masyarakat Harus Jernih Tentukan Pilihan

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 13:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Opini yang muncul di berbagai sosial media terkait dengan Pilkada DKI Jakarta menunjukkan antusias masyarakat menyambut Pilkada Jakarta sangat tinggi. Dan tentu saja ini sangat positif sebab masyarakat memang harus melek politik.

"Dukung-mendukung itu soal biasa, meski waktu kampanye belum dimulai. Saya hanya mengajak masyarakat tetap jernih dalam menentukan pilihan, karena kita memilih orang yang sangat berpengaruh dalam proses demokrasi dan perbaikan kehidupan kita bersama di masa yang akan datang," ujar Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta, Taufik Damas, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/9).

Menurut Taufik, ketiga pasangan calon (paslon) sama-sama baik, hanya ia menegaskan bahwa Ahok masih yang terbaik karena telah teruji. Ahok sosok pemimpin yang tegas, bernyali dan kerjanya cepat.


"Saya lihat Ahok itu tulus banget dalam bekerja. Dia enggak peduli dengan opini tidak populis, karena yang penting adalah kerja untuk kebaikan Ibukota dan warganya. Ini luar biasa," jelas Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.

Taufik tak menampik bahwa tiga paslon memeliki kelebihan masing-masing. Namun Taufik menegaskan kelebihan fundamental yang ada pada Ahok yang harus dipahami oleh masyarakat. Yaitu ketegasan dan keberaniannya melawan penyimpangan tanpa mempedulikan para mafia.

"Semua harus berjalan sesuai aturan yang benar. Belum lagi soal integritas dan semangat transparansi. Dengan demikian, akan banyak uang negara yang dapat diselamatkan. Uang negara itu akan digunakan sesuai aturan dasar kenegaraan, yaitu sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat dalam bentuk berbagai program. Ini yang harus dipahami oleh masyarakat secara jernih," tegas Kiai Muda yang gaul ini.

Ketika ditanya, apakah calon yang lain mampu menjadi seperti Ahok, Taufik menjawab seharusnya mampu, karena prinsip-prinsip kepemimpinan yang ada pada Ahok itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Soal kesantunan itu juga, katanya penting. Namun  dia mengharap masyarakat jangan berpikir terlalu sederhana dalam hal ini.

"Jangan berpikir bahwa dengan kesantunan soal kemimpinan menjadi baik semua. Ya belum tentu. Apalagi banyak kesantunan yang menipu. Santun tapi korupsi. Capek kita. Memimpin Jakarta ini memang harus marah. Kalau tidak marah, berarti tidak kerja. Soal gaya marah, itu tergantung tabiat masing-masing individu, dan tidak ada yang salah dengan tabiat lahiriah setiap orang," tegas Taufik. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya