Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Demikian dikatakan pakar hukum tata negara yang juga analis sosial politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Jusuf, kepada wartawan, Selasa (27/9). Sayangnya, menurut dia banyak pihak tidak menyadari dan justru mengamini upaya menuju ke sana. Dalih yang dipakai adalah isu SARA (suku, agama, ras, antar golongan).
"Saya melihat, tampak upaya menjadikan Indonesia sebagai negara sekuler yang memisahkan antara agama dan kekuasaan dengan isu bahwa orang yang membicarakan firman Allah yang jelas tertulis dalam Al Quran, yang menjadi tuntunan umat Islam dalam memilih pemimpin, dikaitkan dengan SARA. Ini tidak benar karena ini tuntunan yang diwajibkan kepada umat Islam," ujar Asep.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
UPDATE
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12
Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59