Berita

Hayono Isman/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hayono Isman: Sebagai Wanbin, Saya Baru Tahu Ternyata Agus Harimurti Yang Diusung Demokrat

SENIN, 26 SEPTEMBER 2016 | 08:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Soal dukungan jago di Pilkada DKI Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga era Orde Baru ini punya pilihan berbeda dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
Dia lebih mendukung duet Ahok-Djarot ketimbang jago dari partainya, yang mengusug Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Apa saja alasan Hayono hingga nekat mendukung Ahok-Djarot? Dan apakah dia tidak takut dengan sanksi partai? Berikut penuturan Hayono ke­pada Rakyat Merdeka;

Bukankah Wasekjen Partai Demokray (PD) Andi Timo sudah mengungkapkan arahan parpol untuk memilih calon yang diusung oleh partai pada Pilkada 2017?
Saya tidak tahu ada arahan soal itu. Kalaupun ada, belum sampai ke saya. Selama ini pastinya tidak ada arahan langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat kepada anggota Dewan Pembina untuk mendukung kader tertentu. Jadi menurut saya tidak masalah kalau beda pilihan

Saya tidak tahu ada arahan soal itu. Kalaupun ada, belum sampai ke saya. Selama ini pastinya tidak ada arahan langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat kepada anggota Dewan Pembina untuk mendukung kader tertentu. Jadi menurut saya tidak masalah kalau beda pilihan

Tapi ini kan artinya ada ara­han resmi untuk mendukung Agus-Syviana?
Mungkin. Tapi yang namanya arahan resmi dari partai itu menurut saya tidak bisa hanya mendengar dari media, harus ada instruksi langsung.

Berarti bisa saja nanti ada sanksi yang dijatuhkan ke­pada Anda?
Bisa jadi. Tapi pada Pilpres 2014 saya juga mengambil sikap yang berbeda dari partai. Saat itu saya pilih Jokowi - JK, dan tidak ada sanksi sampai sekarang. Jadi saya harap untuk Pilkada DKIjuga tidak ada.

Kalau ada sanksi bagaimana?
Semua ada konsekuensi dalam hidup. Saya tidak ada masalah selama demi kebaikan publik. Tapi mudah-mudahan semuanya tidak ada masalah. Saya tetap anggota Partai Demokrat dan Anggota Dewan Pembina.

Apakah ini artinya Anda siap dipecat karena keputusan yang berbeda ini?
Lihat saja nanti. Yang pasti kalau dipecat saya akan minta diberi kesempatan untuk ber­tanya apa alasannya.

Sebelumnya Ruhut Sitompul juga menyatakan sikap seperti Anda. Apakah ini artinya terjadi perpecahan dukungan di internal PD pada Pilkada DKI?
Saya tidak tahu. Perlu sa­ya tegaskan, keputusan saya inimerupakan sikap pribadi. Bukan sikap saya sebagaiAnggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Bukan sebagai Ketum Kosgoro. Kosgoro dan Demokrat bebas memilih siapa pun yang mau dipilih. Tidak ada masalah bagi saya berbeda dengan pilihan partai saya. Sampai hari ini, saya masih anggota Partai Demokrat.

Kenapa Anda memutuskan memilih Ahok - Djarot?
Warga DKI butuh kepemimpi­nan model Ahok, yang tegas dan berani membangun sistem me­layani masyarakat, dan memberantas korupsi yang menjadi biang keladinya. Selain itu kinerjanya juga oke. Padahal baru efektif memimpin kurang dari dua tahun.

Contoh kinerja Ahok yang Anda anggap bagus apa?
Contohnya Ahok sangat peduli terhadap kesejahteraan pegawai pemerintah provinsi (pemprov) Jakarta. Tidak per­nah masa lalu saya dengar tu­kang bersih-bersih dapat honor tinggi, tidak pernah dengar lurah dapat honor Rp 30 juta, tidak pernah dengar walikota Rp 70 juta. Hal ini menjadi bukti, beliau menghargai kerja keras birokrasi dan mengikis potensi korupsi. Akibatnya ter­hadap warga Jakarta, pelayanan publik jadi optimal.

Tapi banyak pihak yang be­ranggapan sebaliknya tuh?
Harus diakui, Ahok-Djarot tidak mungkin memuaskan seluruh keinginan masyarakat Jakarta. Sebab, hal itu membu­tuhkan waktu. DKI tidak hanya sebuah Ibu Kota yang berkepen­dudukan besar, masalah sungguh kompleks. Tapi saya sangat optimistis. Apabila diberikan kesempatan lagi melayani satu periode, prestasi mereka pasti akan lebih hebat lagi.

Anda tidak masalah dengan keyakinan Ahok yang non-muslim?
Tidak masalah. Saya muslim, saya salat. Imam saya bukan Ahok. Dan yang tidak kalah penting, dia menghormati umat Islam di Jakarta. Apa buktinya? di era beliau masjid megah dibangun di Balai Kota.

Dari tadi kan Anda menga­gungkan Ahok terus. Kalau penilaian Anda terhadap pasanganlainnya?
Harus saya katakan secara ju­jur, yang siap hanya Ahok. Paslon (pasangan calon) lain kesannya dadakan, tidak disiapkan dengan baik. Semua dadakan, padahal untuk memimpin Ibukota, tidak bisa secara dadakan.

Termasuk Agus - Sylviana?
Iya. Sebagai Wanbin PD, saya baru tahu ternyata Agus yang diusung Demokrat menjadi calon gubernur (cagub). Saya dapat memahami jika penunjuk­kan Agus karena keterdesakan. Namun, menurut saya partai politik sepatutnya menghadirkan pemimpin bangsa secara berjen­jang. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya