Berita

Bisnis

Transportasi Indonesia Akan Jadi "WOW" Di Masa Mendatang

SABTU, 24 SEPTEMBER 2016 | 21:35 WIB | LAPORAN:

Kementerian Perhubungan mencanangkan 'Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan' sebagai moda transportasi umum. Hal itu dilakukan dengan melatih awak pengemudi sigap dan cekatan dalam berlalu lintas.

Menteri Perhubungan Budi Karya mengharapakan di tengah bertambahnya penduduk dan meningkatnya penggunaan transportasi pribadi, kedepan masyatakay dapat menggunakan transportasi umum.

"Kita tahu jalan itu tetap,tidak tambah. penduduk bertambah, ada kecenderungan rakyat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Nah kita ingin semua saudara kita itu menggunakan bus," kata Budi Karya dalam acara bertemakan membuat bis Indonesia " WOW", yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.


Turut hadir dalam acara ini Dirjen Perhubungan Pudji Hartanto, Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto beserta perwakilan perusahaan transportasi.

Budi mengatakan, belakangan ini kehadiran moda transportasi umum semakin baik dalam pelayanan. Harga yang didapatkan pun tidak mengkocek kantong penumpang.

"Saya lihat busnya oke banget. Bahkan ada yg dari pekanbaru sampai ke jogja dengan tarif yg murah, 560rb. Dan klo naik bus yang bagus kan kita sambil berwisata. Pelopor ini kita hargai. Pelopor ini menberikan suatu dorongan bagi semua pengusaha untuk memperbaiki busnya sehingga bus itu selamat dulu, setelah itu nyaman," terangnya.

Budi mengharapkan dengan pencanangan bus pelopor keselamatan, hal itu dapat menekan angka kecelakaan.  Selain itu minat orang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Tentunya angka kecelakaan yang akan datang harus turun. Kita ingin sekarang ini 30% orang yang menggunakan bus selalu meningkat jadi 40% bahkan 50%. Sehingga kendaraan pribadi dipakai di dalam kota saja. Di luar kota menggunakan bus, kereta api, kapal laut, pesawat," paparnya.

Mantan Sirut Angkasa Pura II itu memastikan, memberikan bintang (reward) bagi perusahaan bus, selanjutnya Feeder di stasiun-stasiun mulai dari Jabar, Jateng dan Jatim.

"Sehingga stasiun-stasiun yang ada itu juga bisa terjangkau masyarakat," sambungnya.

Program ini akan mengkualifikasikan bis bis yang ada dengan memberikan bintang. Semakin banyak bintangnya, pelayananya semakin prima.

"Bintang itu sama dengan hotel berbintang. Jadi bus dengan kualifikasi tertentu kita kasi bintang. Kita akan memberikan beberapa subsidi bagi stasiun2 di jawa tengah. mungkin ada tempat yg stasiunnya jauh, nah kita akan kasi subsidi disitu," paparnya.

Sementara itu Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi Maryoto menambahkan, langkah yang dilakukan pihak Kemenhub merupakan penjabaran UU 22 2001, dimana mengamanatkan kendaraan itu harus berkeselamatan.

"Dinaungi juga dengan rencana umum nasional keselamatan RUNK. Implementasinya bukan hanya bus mewah, semua bus kwadaannya Harus, berkeselamatan tinggi," kata Agung.

Kakorlantas mengharakan pula moda transportasi masyarakat berubah. Yang tadinya mobil pribadi menjadi ke angkutan umum. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya