Berita

Foto: Net

Politik

Oso: Tax Amnesty Mendisplinkan Pengusaha

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016 | 13:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggapan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty menggerogoti kekayaan orang ditepis Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta.

Justru, menurut dia, itu kebijakan cerdas karena Presiden Jokowi memberi kesempatan dan pengampunan dalam membayar pajak. Aturan ini mengacu UU yang sudah berlaku.

"Jadi dijamin tidak akan diganggu gugat, jangan khawatir," ujarnya dalam dialog "Tax Amnesty, Repatriasi Dana ke Indonesia Peluang dan Tantangannya" di Jakarta, Kamis (22/9),


Menurut dia, sekarang orang berduyun-duyun membayar pajak lewat tax amnesty. Terlebih tujuan kebijakan tax amnesty agar negara mendapatkan dana yang besar.  

"Dalam menjalankan negara, pemerintah menggunakan strategic, structure, skill, system, speed dan target. Dalam menyusun program pembangunan, kita mempunyai program jangka pendek, 15 tahun; jangka menengah, 25 tahun; dan jangka panjang, 50 tahun," urai Oso.

Dengan waktu-waktu yang telah ditentukan itu, jelas Oso, maka masa kepemimpinan yang maksimum berkuasa selama 10 tahun tidak bisa mengubah sistem yang telah dibentuk.

"Ini tepat karena pengusaha membutuhkan kepastian hukum," ujarnya.

Oso menambahkan, jika uang yang ada di luar negeri sudah kembali maka selanjutnya membuat aturan yang lebih baik dibandingkan Singapura. Karena ia setuju diberlakukan kebijakan tak amnesty.

"Tax amnesty mendisiplinkan pengusaha dan yang lainnya untuk patuh pada aturan," ujarnya.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya