Berita

Foto: Net

Bisnis

Produksi PEP Sekarang Kok Anjlok

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 12:19 WIB | LAPORAN:

Performa PT Pertamina EP (PEP) dalam beberapa waktu terakhir di bawah kepemimpinan Direktur Utama Rony Gunawan dinilai kurang memuaskan.

Anak usaha PT Pertamina Persero ini hanya mampu memproduksi minyak mentah di kisaran 80.000 barel oil per day (bopd).

Angka performance ini sangat jauh di bawah leadership Dirut sebelumnya, Syamsu Alam. Di mana rata-rata produksi sekitar 117.000-123.000 bopd. Bahkan sempat berberapa kali puncaknya menembus angka 130.000 bopd.


Direktur Lembaga Kajian dan Advokasi Energi dan Sumber Daya Alam (LKA ESDA) AC Rachman mengatakan, fakta menunjukan, kalau Pertamina EP di bawah kepemimpinan Rony tidak berkembang.

"Kok bisa sekarang produksi PEP di level 80 ribu bopd ? Hal ini tentu terkait dengan cara-cara Rony dalam pengambilan kebijakan di level operasional. Ini juga banyak dipertanyakan oleh para bawahannya," kata Rachman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/9).

Ia melanjutkan, selama ini program-program yang dijalankan PEP terlihat tanpa pemikiran dan analisa yang matang. Agar bisa berkembang, PEP yang mempunyai lapangan-lapangan tua memerlukan obat yang cermat dan cerdik untuk mengelola nya.

Rachman juga mempertanyakan terkait beberapa program krusial yang di pangkas oleh Rony karena alasan pengiritan.

Beberapa solusi yang dikeluarkan perseroan sifatnya juga hanya insidentil responsif yang berdampak pada short term.

"Justru yang menjadikan PEP babak belur pada long term-nya. Tidak perlu menunggu terlalu lama, hanya dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, produksi PEP anjlok tak tertolong," ujarnya.

Rachman juga mengklaim, performance Rony yang amburadul ini menjadikan kursinya panas. Untuk mencari simpati, Rony mulai mengumbar cerita pilu” di depan para Serikat Pekerja dengan membuat kesan bahwa dia orang yang terdzalimi karena menentang atasan sehingga beresiko akan dipecat.

"Kenyataan sebenarnya adalah performance dia yang membawa PEP ke ambang keruntuhan.Kondisi ini menuntut perbaikan kinerja dengan menempatkan orang terbaik untuk mengelola anak perusahaan kebanggaan PT Pertamina ini," tutupnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya