Berita

Mega Dan Risma/Net

Politik

PILKADA JAKARTA

Tidak Usung Risma, Ini Jawaban Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 02:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dinamika siapa yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Jakarta 2017 sudah terjawab, Selasa malam (20/9). Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu akhirnya menjatuhkan pilihan kepada petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, penentuan pasangan Ahok-Djarot telah melewati berbagai pertimbangan. Sama halnya dengan calon kepala daerah di wilayah lainnya.

"Ya tentu saja keputusan diambil pada hari-hari terakhir ini dan itu setelah melakukan berbagai pertimbangan-pertimbangan," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (20/9).


Sementara, saat ditanya alasan kenapa tidak mengusung Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yang notabene adalah kader PDIP, Hasto mengelak dan berdalih, kadernya Djarot menduduki posisi calon wakil gubernur.

"Pak Djarot kan sebagai kader PDIP, menjadi wakil gubernur," ucap Hasto. Tri Rismaharini alias Risma sempat digadang-gadang yang akan diusung PDIP di Pilkada Jakarta.

Hasto lebih lanjut menjelaskan, alasan Djarot tidak dijadikan calon gubernur, lantaran DPP menilai pasangan Ahok-Djarot sebagai pimpinan DKI yang telah menyatu dan serasi. Ahok-Djarot akan saling mengisi dan bekerja sama untuk memajukan Jakarta.

"Ya kita melihat (Ahok-Djarot) sebagai satu kesatuan kepemimpinan gubernur tidak bisa jalan sendiri gubernur tanpa wakil gubernur, dan wagub punya tugas membantu gubernur," tutur Hasto.

Ditambahkan Hasto, keputusan Djarot kembali mendampingi Ahok karena kehendak rakyat.

"Rakyat yang menghendaki," tukasnya seperti dikabarkan RMOL Jakarta. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya