Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Janganlah PDIP Membuat Blunder Dan Tinggalkan Noda Hitam

SELASA, 20 SEPTEMBER 2016 | 14:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Jelang batas akhir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di KPUD Jakarta, PDI Perjuangan didesak mengusung Rizal Ramli yang dikenal sebagai loyalis Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon gubernur.

Hal ini perlu dilakukan segera dengan mempertimbangkan dinamika politik yang begitu cepat dan menyerap gelombang aspirasi masyarakat Jakarta.

"Terlebih, Megawati sudah mengenal betul sosok Rizal Ramli yang selalu mampu mengemban amanah yang dititipkan kepadanya," ujar aktivis reformasi 98, Yudi Christian, kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (20/9).


Pilkada Jakarta juga menjadi momentum bagi Megawati untuk menunjukkan bahwa dia adalah anak Soekarno yang sudah jungkir balik mempertahankan harga diri dan ajaran mendiang ayahnya. Mega bisa menunjukkan dirinya tidak bisa didikte siapapun.

"Hanya Rizal Ramli yang paham Trisakti dan Marhaenisme, yang dapat membuat kemegahan di dalam rumah-rumah kecil kaum Marhaen di kota Jakarta. Rizal Ramli akan membuat Jakarta berkepribadian dan berbudaya," ulas Yudi.

Rizal Ramli, lanjut Yudi, telah lama menjadi harapan kaum "Marhaen" di seluruh penjuru Jakarta untuk mendapat kesejahteraan dan penghidupan yang layak.

"Sebagai seorang simpatisan PDIP, sebagai orang yang mencintai Soekarno dan ajarannya, sebagai orang yang ingin memuliakan Megawati. Jangan sampai PDIP membuat blunder dan meninggalkan noda hitam dalam sejarah demokrasi dan keutuhan NKRI," sambungnya.

Noda hitam yang dimaksud adalah PDIP mengusung petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama alias Ahok yang dikenal anti kaum Marhaen. Belum lagi fakta menunjukkan bahwa Ahok yang dijuluki "si Raja Gusur" selalu mengkhianati setiap partai yang telah menjadi kendaraannya.

"Jika akhirnya PDIP mengusung Ahok, ini bak pepatah 'takut kepeluk mayat, akhirnya kepeluk bangkai'. Jangan sampai Megawati dan PDIP menyesal karena potensi Ahok berkhianat sangat besar," pungkas Yudi. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya