. Jelang batas akhir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di KPUD Jakarta, PDI Perjuangan didesak mengusung Rizal Ramli yang dikenal sebagai loyalis Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon gubernur.
Hal ini perlu dilakukan segera dengan mempertimbangkan dinamika politik yang begitu cepat dan menyerap gelombang aspirasi masyarakat Jakarta.
"Terlebih, Megawati sudah mengenal betul sosok Rizal Ramli yang selalu mampu mengemban amanah yang dititipkan kepadanya," ujar aktivis reformasi 98, Yudi Christian, kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (20/9).
Pilkada Jakarta juga menjadi momentum bagi Megawati untuk menunjukkan bahwa dia adalah anak Soekarno yang sudah jungkir balik mempertahankan harga diri dan ajaran mendiang ayahnya. Mega bisa menunjukkan dirinya tidak bisa didikte siapapun.
"Hanya Rizal Ramli yang paham Trisakti dan Marhaenisme, yang dapat membuat kemegahan di dalam rumah-rumah kecil kaum Marhaen di kota Jakarta. Rizal Ramli akan membuat Jakarta berkepribadian dan berbudaya," ulas Yudi.
Rizal Ramli, lanjut Yudi, telah lama menjadi harapan kaum "Marhaen" di seluruh penjuru Jakarta untuk mendapat kesejahteraan dan penghidupan yang layak.
"Sebagai seorang simpatisan PDIP, sebagai orang yang mencintai Soekarno dan ajarannya, sebagai orang yang ingin memuliakan Megawati. Jangan sampai PDIP membuat
blunder dan meninggalkan noda hitam dalam sejarah demokrasi dan keutuhan NKRI," sambungnya.
Noda hitam yang dimaksud adalah PDIP mengusung petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama alias Ahok yang dikenal anti kaum Marhaen. Belum lagi fakta menunjukkan bahwa Ahok yang dijuluki "si Raja Gusur" selalu mengkhianati setiap partai yang telah menjadi kendaraannya.
"Jika akhirnya PDIP mengusung Ahok, ini bak pepatah 'takut kepeluk mayat, akhirnya kepeluk bangkai'. Jangan sampai Megawati dan PDIP menyesal karena potensi Ahok berkhianat sangat besar," pungkas Yudi.
[ald]