Berita

Foto/Medan Bagus

Nusantara

Pemuda Ini Tujuh Kali Kirim Sabu Lewat Bandara Sibolga

SELASA, 20 SEPTEMBER 2016 | 00:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indra Wijaya berhasil meloloskan pengiriman sabu hingga sebanyak tujuh kali dari Kota Medan, Sumatera Utara ke Kota Palu, Sulawesi Utara.

Pemuda yang tinggal Medan Petisah, Kota Medan itu baru tertangkap saat mencoba melakukan pengiriman kedelapan pada 8 September 2016 lalu.

Indra yang kini sudah menjadi tersangka tertangkap saat melintas di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, saat akan membawa narkoba jenis sabu seberat 0,5 kilogram.


Dalam pengakuannya kepada polisi, sabu tersebut akan dikirim ke Palu dengan menggunakan pesawat terbang. Namun ia memilih untuk tidak mengirimnya lewat Bandara Kualanamu Internasional (KNIA) di Deli Serdang karena pengawasan di bandara tersebut sangat ketat.

"Jadi ini modus baru, pengirimannya dilakukan menggunakan pesawat namun berangkat dari bandara di Sibolga (Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing)," ujar Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, Senin (19/9), seperti dikabarkan Medan Bagus.

Kapolresta Medan mengatakan narkoba yang dikirim oleh Indra merupakan milik seseorang berinisial AS yang kini dalam pengejaran petugas.

Tersangka diberi upah sebesar Rp 15 juta dan ditambah uang jalan Rp 3 juta untuk setiap pengiriman. Untuk mengelabui petugas, tersangka selalu menyembunyikan sabu tersebut pada celana dalamnya.

"Sabu ini dimasukkan kedalam kaos kaki, dan kemudian diselipkan di dalam celana dalam tepatnya pada selangkangan. Sehingga lolos dari pemeriksaan," ungkap Kapolresta Medan.

Akibat perbuatannya tersebut, lanjut Kapolresta Medan, tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 12 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya