Berita

Foto/Net

Bisnis

Tabiat Singapura, Uang Masuk Diam, Uang Keluar Eh... Ngamuk

Berupaya Jegal Warga Indonesia Ikut Tax Amnesty
SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 | 09:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pegiat media sosial memperbincangkan langkah perbankan swasta Singapura yang dikabarkan berusaha menjegal warga negara Indonesia mengikuti program pengampunan pajak alias tax amnesty. Salah satunya dengan membeberkan data nasabah WNI yang mengikuti tax amnesty ke pihak kepolisian negara itu.
 
Mengutip berita The Straits Times, Kamis (15/9), unit kepolisian Singapura yang mengurusi kejaha­tan keuangan, Commercial Affairs Department (CAD) mewajibkan perbankan negara itu melapor setiap kali ada nasabah yang ikut program pengampunan pajak.

Singapura menyatakan pada tahun 2013 bahwa penghindaran pajak merupakan tindak kriminal. WNI memiliki aset sekira 200 miliar dol­lar AS yang ditempatkan pada per­bankan privat Singapura, atau sekitar 40 persen dari total aset perbankan negara kota itu.


WNI merupakan investor terbesar sektor properti Singapura. Mereka menggunakan perbankan di Singapura untuk berinvestasi di pasar uang atau saham regional.

Nah, kabar ada usaha penjegalan dari perbankan swasta Singapura ter­hadap program tax amnesty menda­pat sorotan publik pengguna media sosial di Tanah Air. Pada umumnya netizen mengecam.

Sebagai contoh, akun sdsgphk pada forum Kaskus.co.id men­gatakan cara itu dilakukan agar WNI yang simpan dana besar di Singapura tidak mengikuti program tax amnesty.

"Mereka mau buka datanya biar rakyat Indonesia bisa lihat siapapun yang ikut tax amnesty, biar mancing-mancing kita rusuh gitu? Wah sudah nggak beres ini mah," komentarnya.

Akun buceros mengecam tindakan perbankan Singapura karena merecoki program pemerintah Indonesia. Dia mengatakan, perbankan Singapura selama ini diam saja uang WNI berada di sana, namun berkoar-koar saat uang WNI mau ditarik ke Indonesia. "Sudah tahu kita tabiat negara yang satu ini. Uang masuk mereka diam, uang terbang mereka ngamuk," katanya.

Akun bohrauger mendesak pe­merintah Indonesia memberikan perlindungan kepada WNI yang akan mengikuti proram tax amnesty. Menurut dia, harus ada kepastian bahwa data WNI yang mengikuti tax amnesty tetap aman.

"Parahnya nggak ada perlind­ungan terhadap orang yang mau repatriasi. Sudah mau balikin duit, diancam Singapura. Nggak ada yang belain. Dari dulu masalah pajak ini yang ane suka kritisi kalau ke Jokowi," desaknya.

Akun crunchyalmond menilai, wajar saja jika banyak perbankan swasta Singapura melaporkan na­sabah WNI yang mengikuti tax amnesty ke polisi. Sebab, bank di Singapur tidak mau dirugikan.

"Bank mana pun nggak ada yang rela kehilangan nasabah gede. Ntar pas Singapura adain tax amnesty, gantian bank sini yang perlakukan demikian."

Lain lagi pendapat netizen novi78. Dia mengatakan, langkah beberapa bank swasta Singapura melaporkan pengemplang pajak ke kepolisian positif, "Bagus. Biar nanti bank-bank Singapora lebih aware terhadap klien-klien yang ikut amnesti pajak, karena dana mereka terindikasi dari sumber yang tidak jelas."

Akun bewox bilang, orang-orang kaya WNI yang menyimpan uang di perbankan Singapura dipastikan bimbang. "Ikutan tax amnesty akan dibongkar bank Singapura, terus mau ngapain kalo selama datanya sesuai dan valid? Nggak ikut tapi siap-siap audit pajak. Sama aja lah, nothing to loose," ujarnya.

Sementara itu, akun @RickoSidabalok di Twitter meminta pe­merintah Indonesia tidak takut menyikapi ancaman penjegalan perbankan Singapura. "RI jangan mau digertak. Maju terus dan pantang mundur," katanya.

Akun @Scohartley menambahkan, Indonesia harus berani melawan Singapura dalam urusan tax amnesty. "Jangan takut sama negara yang ng­gak ada di peta dunia dan ngelihatnya harus pake mikroskop!" serunya.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengamini sejak lama Singapura berusaha menjegal program tax amnesty pemerintah Indonesia. Namun, upaya penjegalan selalu dibantah oleh beberapa pihak, termasuk Singapura.

"Kelihatannya, kalau belum of­ficial (pernyataan resmi), ini ada benarnya jadinya. Sebetulnya kami sudah menduga ini. Ada persoalan bahwa ada upaya menghalangi tax amnesty. Kita lihat saja, pen­jelasan resmi mereka (pemerintah Singapura) nanti bagaimana," kata Darmin.

Bekas Gubernur Bank Indonesia menambahkan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Singapura bahwa mereka tidak menghalang-halangi WNI mengikuti program tax amnesty. "Kita tunggu saja reaksi resmi mereka (pemerintah Singapura)," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengimbau WNI yang menyimpang uang di Singapura tidak takut mengikuti program tax amnesty. Dia memastikan, pemer­intah akan mengambil tindakan apabila ada WNI yang dihalang-halangi saat menarik dananya dari perbankan Singapura. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya