Berita

Foto/Humas MPR

Ketua MPR: Padang Pariaman Berpotensi Swasembada Pangan

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016 | 23:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meninjau sawah di Kampung Rimbo, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (18/9).

Zulkifli yang didampingi Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap menilai Padang Pariaman memiliki potensi besar untuk menjadi swasembada pangan dengan pemanfaatan teknologi yang tepat.

"Penting sekali pertanian memakai teknologi," ujar Zulkifli saat memberi sambutan dalam Pencanagan Gerakan Tanam Penerapan Teknologi Jajar Legowo di Kampung Rimbo.


Zulkifli membandingan kondisi pertanian di Jepang, Taiwan dan Korea Selatan yang luas kepulauannya tidak sebesar Indonesia tetapi hasil pangannya melimpah. Setelah ditelusuri, rupanya di negara-negara tersebut pertaniannya memanfaatkan teknologi termutakhir sehingga hasilnya bisa optimal.

"Memang penting sekali pertanian memakai teknologi. Yang kerja sedikit tapi produksinya tinggi. Oleh karena itu kita apresiasi bupati kita penuh inovasi dan visioner," sambungnya.

Zulkifli meminta pemerintah setempat untuk senantiasa mendukung para petani baik melalui penyuluhan maupun memberikan bantuan sarana prasarana. Apabila itu dilakukan maka kesejahteraan para petani di Padang Pariaman bisa meningkat.

"Menggandeng Universitas Andalas langkah yang tepat. Mudah-mudahan yang dilakukan ini bisa mempercepat agar rakyat sejahtera," tutup Zulkifli.

Hadir dalam acara ini Bupati Kabupaten Padang Pariaman Ali Mukni, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, perwakilan akademisi Universitas Andalas dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Zulkifli memberi sumbangan tiga unit traktir roda empat, tiga unit transplanter, lima unit pompa air, dan lima unit traktor roda dua.

Bantuan diberikan kepada sejumlah kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Harapan Baru, Oriza Sativa, Rimbo Jawi-jawi dan Serba Karya. Selain itu, Zulkifli juga sempat ikut menanam bibit padi di salah satu ladang sawah. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya