Berita

Foto: Net

Bisnis

Kenali 5 Desain Rak Sepatu Anti Mainstream

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016 | 21:34 WIB | LAPORAN:

Padatnya aktivitas Ibukota, membuat manusia ingin selalu tampil beda dalam setiap momen, terlebih lagi bagi anda, wanita, memiliki beragam koleksi busana dari ujung rambut hingga ujung kaki menjadi hal yang lumrah di jaman sekarang.

Tak terkecuali sepatu, hampir sebagian besar orang saat ini memiliki banyak koleksi sepatu yang dapat digunakan untuk berbagai suasana dan kondisi, seperti saat bekerja, berolahraga, hang out dan aktivitas lainnya.

Banyaknya koleksi sepatu tentu membutuhkan tempat penyimpanan yang memadai dan mudah dijangkau. Namun terkadang rak sepatu yang terlalu besar, menjadi masalah bagi anda yang kebetulan memiliki rumah atau apartemen yang kecil. Untuk itu anda tidak perlu khawatir, karena yang perlu anda lakukan adalah mencari desain rak sepatu anti mainstream yang sesuai dengan kondisi rumah atau apartemen anda.Bahkan, untuk menghemat biaya, anda dapat membuat rak sepatu sendiri yang sesuai dengan kebutuhan anda.


Berikut lima contoh desain rak sepatu anti mainstream seperti yang dilansir dari dekoruma.com :

1. Rak sepatu dari pipa
Kata siapa rak sepatu unik harus mahal dan dibeli di toko? Anda bisa merakitnya sendiri. Caranya? Kumpulkan pipa bekas berukuran sama. Pastikan lubang pipa cukup untuk menyimpan sepatu. Potonglah pipa-pipa itu sebelum saling menempelkan bagian luarnya sehingga menumpuk. Untuk menghemat tempat di rumah, tempelkan gabungan pipa-pipa tersebut ke salah satu pojok dinding. Anda bisa mengecat pipa-pipa dengan warna-warni agar lebih meriah. Sayangnya, kelemahan dari rak sepatu ini adalah lubangnya yang hanya muat untuk satu sepatu, bukannya sepasang. Namun Anda bisa mengakalinya dengan meletakkan sepasang secara berdekatan, meski berbeda lubang.

2. Rak sepatu berlaci melengkung
Rak sepatu yang satu ini memiliki desain yang multifungsi. Selain efisien dan tidak akan makan tempat” (karena bisa diletakkan menempel pada pojok dinding ruangan), bagian atas rak sepatu bisa Anda pakai untuk duduk. Jadi, bila Anda ingin mencoba sepatu, Anda tinggal duduk di atasnya. Tentu saja, bahan rak harus kuat untuk menampung bobot tubuh Anda saat duduk di atasnya.

3. Rak sepatu menempel di dinding

Sekilas, mungkin tampilannya mengingatkan Anda pada rak kartu ucapan yang biasa terdapat di toko buku. Bedanya, rak ini cukup lebar untuk diisi sepatu. Terbuat dari bahan kawat yang cukup tebal dan kuat, Anda bisa memasangnya di salah satu dinding ruangan. Tidak makan tempat dan cukup menarik, karena tampilannya jadi mirip galeri sepatu.

4. Rak sepatu di dalam anak tangga

Ini berlaku bila rumah Anda berlantai dua dan tangganya dari kayu. Kenapa tidak sekalian mendesain rak tambahan di bawahnya? Di luar negeri, lemari pakaian saja dibuat seperti ruangan sendiri, bukan perabotan. Rak sepatu ini juga dijamin tidak akan makan tempat”. Kekurangannya mungkin hanya anda akan sedikit repot saat memilih sepatu, entah harus naik dan turun tangga atau menghalangi anggota keluarga lain yang mau ke lantai dua atau turun ke bawah. Tapi, kalau mau dilihat dari sisi positifnya, anggap saja Anda sedang memilih sepatu sambil berolahraga.

5. Rak sepatu kincir
Mungkin terdengar aneh karena Anda belum pernah melihat rak sepatu seperti ini. Namun anda dapat membuatnya sendiri seperti rak dari kumpulan pipa, Anda cukup mengumpulkan kipas angin besar. Pastikan kipas angin tersebut cukup besar juga untuk menampung banyak pasang sepatu. Bongkarlah kipas dan gantilah dengan partisi untuk rak di dalam bingkai kincir. Setelah itu, letakkan sepatu-sepatu Anda. Cukup lucu, tapi yang penting tidak makan tempat”. Desain rak sepatu ini mungkin kurang cocok untuk sepatu olahraga Anda. Tapi, kalau mau menyimpan sepatu high heels, sepatu bersol datar, hingga selop cantik masih memungkinkan.[***]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya