Berita

Net

Politik

Golkar, Partai Yang Paling Banyak Lakukan Politik Dinasti

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016 | 14:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politik dinasti yang dilakukan sejumlah partai dalam gelaran pemilihan kepala daerah berpotensi merusak demokrasi di Indonesia. Politik dinasti mematikan demokrasi yang seharusnya menjadi pesta rakyat dalam prosesi memilih pemimpin.

Begitu dikatakan pengamat politk ‎Ray Rangkuti dalam diskusi bertajuk 'Politik Dinasti: Apa Gunanya Bagi Republik dan Demokrasi?' yang digelar di Menteng East, Jalan Agus Salim, Jakarta (Minggu, 18/9).

"Politik itu bukan hanya perhelatan dinasti, tapi juga perhelatan rakyat." ujarnya.


‎Sayangnya, lanjut Ray, pengusung politik dinasti lebih banyak dilakukan oleh dua partai terbesar di Tanah Air yaitu Golkar dan PDI Perjuangan. Sementara, Golkar adalah pengusung praktik politik dinasti paling tinggi.

"Dari dua ini, yang paling banyak itu Golkar. Seperti di Banten, Sulsel, dan Sumsel," bebernya.

Dia berharap, ke depan, Golkar bisa lebih bijaksana dalam mengusung calon di pilkada. Partai yang kini dipimpin Setya Novanto itu diimbau untuk mulai memikirkan regenerasi internalnya ketimbang terus melakukan politik berdasarkan dinasti.

"Saya berharap Golkar bisa mulai terbuka terhadap regenerasi partai, tidak lagi terjebak politik dinasti," imbuh Ray yang juga direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima). [wah]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya