Berita

Adhie Massardi/Net

Politik

Ahok Pernah Diingatkan Tidak Merusak Warisan Gusdur

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 22:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gelombang anti tionghoa mulai bermunculan di Jakarta. Pemicu tak lain karena pola Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang selalu menebar kebencian kepada rakyat kecil. Teranyar, Ahok bahkan mengancam akan membubarkan wadah komunikasi warga Betawi, Bamus Betawi.

Begitu kata ‎mantan jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M. Massardi saat ditemui di kediaman istri Gus Dur, Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid di Jalan Warung Silah, Ciganjur, Jakarta, Jumat (16/9).

"Di Jakarta Utara sudah mulai muncul gelombang seperti itu gara-gara mereka benci sama Ahok," ujarnya.


‎Satu-satunya cara untuk meredam letupan gelombang anti rasial ini adalah Ahok berhenti menebar permusuhan kepada masyarakat Jakarta. Ahok harus lebih santun dalam bersikap dan mendahulukan dialog saat akan mengambil keputusan yang bersentuhan dengan rakyat.

"Yang bisa menetralisir suasana ini ya Ahok sendiri, sehingga masalah berbau SARA ini bisa selesai. Atau, orang ini (Ahok) nggak boleh muncul lagi," sambung Adhie.

Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini mengaku sempat mengingatkan Ahok soal masalah SARA di awal menjabat gubernur. Ia meminta Ahok agar bisa menjaga ‎warisan pluralisme Gusdur.

"Kita pernah ingatkan, 'Hok, kau ini kan produk perjuangan Gus Dur. Jadi jangan kau ru‎sak itu, jangan gara-gara kau tionghoa jadi jelek'," kenang Adhie.

‎Sayangnya, lanjut dia, Ahok tetep ngeyel dan masih urakan pimpin Jakarta. Ahok pun kini merasakan imbas dari kengeyelannya. Ia kini tidak berani menemui rakyat tanpa dikawal pasukan dalam jumlah banyak.

"Dia sekarang juga mulai ketakutan. Bahkan untuk acara seremonial dan tinjauan-tinjauan saja, dia harus dikawal 50 brimob," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya