Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Amrik Bidik Bisnis Belanja Online RI

Kadin: Investasi E-Commerce 2016 Ditaksir Capai Rp 13 T
JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pesatnya pertumbuhan industri belanja online alias e-commerce di Indonesia, menarik perhatian para pengusaha Amerika Serikat (AS). Mereka bakal menanamkan investasinya di bisnis e-commerce Tanah Air. Tahun ini, investasi e-commerce ditaksir mencapai Rp 13 triliun.

Executive Vice President and Head of International Af­fairs USChamber of Commerce, Myron Brilliant mengatakan, ada berbagai sektor yang dilirik pengusaha ASuntuk mengem­bangkan bisnisnya di Indonesia. Namun, yang menjadi perhatian pengusaha adalah bisnis e-commerce.

"E-commerce bisa dikembang­kan di Indonesia dan bisa men­jadi industri yang besar di masa depan," ujar Brilliant dalam acara US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, kemarin.


Menurutnya, perkembangan bisnis e-commerce di Indo­nesia sangat ditentukan oleh teknologi. Karena itu, perlu pengembangan teknologi pada berbagai lapisan masyarakat agar bisnis e-commerce bisa lebih berkembang.

Dia menambahkan, Indonesia memang merupakan salah satu tujuan investasi yang menarik bagi pengusaha AS. Karena itu, dia berharap, Indonesia dan AS bisa terus menjalin kerja sama.

"Kerja sama tersebut tentu akan menguntungkan kedua negara dan bisa meningkatkan investasi," ujarnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani mengakui, saat ini banyak investor asing yang masuk ke bisnis e-commerce. "Gojek saja dapat 557 juta dolar ASdari Amerika Serikat, itu sudah masuk," katanya.

Tahun lalu, kata dia, sektor e-commerce paling banyak dilirik oleh investor asing dengan nilai investasi mencapai 800 juta dolar ASatau Rp 10,5 triliun. Tahun ini, investasi e-commerce ditaksir bisa mencapai di atas 1 miliar dolar ASatau Rp 13 triliun.

Namun, kata dia, investasi asing di sektor industri lainnya juga diperkirakan tidak akan berkurang banyak. Investor as­ing masih tetap akan menanamkan modalnya untuk mengem­bangkan sektor industri yang sudah lama berkembang.

"Yang tradisional tetap ada dan itu bisa berjalan. Cuma sekarang ditambah e-commerce saja jadi bisa meningkat," tutur Rosan.

Menurutnya, salah satu sektor lagi yang perlu dibidik inves­tor ASdalam berinvestasi di Indonesia adalah infrastuktur di bebagai daerah. "Pesan saya untuk sektor yang akan dijadikan tujuan investasi, fokus kepada proyek jangka panjang di Indo­nesia," tutupnya.

Lebih Ramah


Wakil Ketua Asosiasi Pengu­saha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pemerintah saat ini lebih ramah kepada investor. Hal ini terbukti dengan banyak regulasi yang memudahkan para investor me­nanamkan modalnya di Tanah Air. Karena itu, dia berharap pengusaha ASmeningkatkan investasinya.

"Kita adalah ekonomi salah satu terbesar. Dengan pertum­buhan ekonomi dan kredit dari masyarakat kelas menengah. Ini kesempatan bagus," ujarnya.

Hal senada dikatakan Menko Perekonomian Darmin Nasu­tion. Menurutnya, Indonesia sangat terbuka kepada inves­tor asing. Bahkan, pemerintah terus meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia dengan meluncurkan 13 paket kebijakan ekonomi.

"13 paket kebijakan ekonomi itu tujuan utamanya adalah un­tuk memudahkan persaingan dan menarik investor. Proyek lebih cepat mudah dan menguntung­kan," ujar Darmin.

Bekas Gubernur Bank Indone­sia ini mengajak pengusaha ASmenanamkan modalnya tidak hanya di e-commerce saja, tapi juga ke sektor ekonomi kreatif, seperti pariwisata dan industri film.

Darmin menambahkan, pe­merintah sedang mengem­bangkan pendidikan keahl­ian atau vokasi agar kualitas tenaga kerja Indonesia menin­gkat. Sehingga nantinya para investor tidak perlu takut akan kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas jika ingin mendirikan perusahaan atau pabrik.

Presiden AmCham Indonesia Brian Arnold berharap, kerja sama antara Indonesia dengan AS terus meningkat dan berkem­bang. "Semoga ini bisa menjadi dialog dan pertemuan yang efek­tif dan kerja sama bisa semakin meningkat," katanya.

Berdasarkan kajian yang di­publikasikan oleh AmCham Indonesia dan U.S. Chamber of Commerce yang berjudul "Vital & Growing: Adding up the US-Indonesia Economic Relation­ship," nilai kerja sama AS dan Indonesia bisa mencapai 131,7 triliun dolar ASdi 2019. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya