Berita

Bisnis

Masyarakat Semakin Percaya Dengan Lazismu

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 05:24 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) mencatat jumlah pekurban yang ada dalam Tabulasi Qurban Nasional Lazismu pada 2016 atau 1437 H ini yaitu mencapai 116.618 ribu orang.

Selain itu, penerima manfaat dari kurban adalah sekitar 3.148.686 kepala keluarga.

"Target tahun ini Alhamdulillah tercapai dan memecahkan rekor 2012 atas nama Lazismu," kata Direktur Eksekutif Lazismu, Andar Nubowo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 16.9).


Ia mengatakan, jika dirupiahkan, total nilai ekonomi dari kurban tersebut mencapai Rp 246.968.000.000. Demikian hasil tabulasi kurban nasional sampai dengan
Kamis (15/9), pukul 18.00 WIB.

Andar menjelaskankan, Lazismu menyalurkan kurban hingga ke pelosok negeri yang tergolong 3 T yakni Terdalam, Terluar, dan Tertinggal. Penyaluran kurban
yang dilakukan oleh lembaga filantropi Muhammadiyah ini, dimulai dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Papua melalui kantor perwakilan dan kantor layanan unit Lazismu yang tersebar di Indonesia.

Lazismu bersama berbagai komunitas juga, dalam momen ini, mengadakan kurban khusus di wilayah Indonesia Timur seperti di Papua dan Nusa Tenggara
Barat. Lebih lanjut, daging hewan kurban pun, kata Andar, disalurkan kepada masyarakat yang memang jarang merasakan daging kurban.

"Masyarakat semakin percaya dengan Lazismu," kata dia mengapresiasi pekurban yang menyalurkan kurbannya melalui Lazismu.

Bahkan, menurut Andar, kali ini, dari data yang ada, pekurban di Lazismu telah memecahkan rekor Muri. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya