Berita

Joko Widodo/Net

Bisnis

Marah Lagi, Pak Jokowi Kesannya Sudah Kerja Tapi Bawahan Salah Terus

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 10:04 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo marah terhadap masa bongkar muat barang (dwelling time) di beberapa pelabuhan seperti di Belawan, Medan masih belum bisa dipangkas.

Ini kali kedua Jokowi unjuk kemarahan saat  peresmian pengoperasian Terminal Petikemas Kalibaru, Tanjung Priok, Senin (13/9) lalu.

"Saya juga kalau jadi Presiden pasti marah tapi enggak kayak Joko Widodo marah sampai menunjukan kemarahannya di depan publik terkesan kalau dia itu sudah kerja tapi bawahannya yang salah terus," kritik
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.

Sepatutnya, menurut dia, Jokowi bersikap lebih bijak karena untuk mencapai dwelling tim yang lebih singkat buruh sebuah kerja tim yang kompak lintas lembaga dan departemen.

"Sama seperti Pak Joko Widodo menyiapkan team dalam membuat sebuah mebel yang berkualitas  dan punya model yang menarik di mana dibutuhkan team pembuat mebel yang kompak sebut saja tukang dempul, tukang amplas, tukang pernis, perancang model mebel dan yang penting alat alat harus bisa mendukung kecepatan dalam berproduksi tanpa melupakan estetika yang disukai oleh konsumen serta cara memasarkannya," urai Arief berumpama.

Arief menerangkan, dwelling time akan lebih singkat kalau terjadi sebuah kerja sama yang baik antar lembaga/departemen terkait. Bea Cukai Quarantine, bank, dinas kesehatan bekerja 24jam serta otorita Pelabuhan, Pelindo, operator pandu kapal, operator jasa terminal kemas juga memiliki etos kerja yang sama.

Sistem untuk memperpendek dwelling time memang sudah ada, beber Arief, namun masih tingginya ego sektoral sehingga target waktu singkat yang dituju tidak dapat tercapai.

Terkait Pelabuhan tua Belawan, Arief menjelaskan, sebetulnya sudah over load sehingga butuh pengganti yang didukung juga peralatan lebih canggih. Ini sama halnya, menurut dia, saat dahulu Jokowi memulai usaha mebelnya masih memakan alat serut tradisional dan alat potong kayu tradisional. Praktis, waktu pembuatan mebelnya lebih lama dan produksinya juga kurang optimal.

"Jadi enggak perlu Pak Joko Widodo marah-marah tapi coba bentuk team kerja yang kompak dan satu visi untuk menciptakan dwelling time yang singkat sehingga bisa mengurangi biaya Ekonomi yang tinggi dalam sistem logistik," imbuhnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya