Berita

Politik

DPR Pertanyakan Nama Nurcahyo Utomo Masuk KNKT

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 06:26 WIB | LAPORAN:

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta untuk mengkaji ulang terkait penetapan Capt. FX. Nurcahyo Utomo yang terpilih sebagai anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pasalnya, pemilihan tersebut diduga tidak sesuai aturan perundang-undangan.

"Komisi V telah menegur dan meminta Kemenhub meneliti ulang penetapan Nurcayo Utomo sebagai anggota KNKT saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Jika tidak sesuai aturan, harus dibatalkan karena termasuk mal admisistratif," ujar anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro kepada wartawan, Rabu (14/9) malam.


Menurut Nizar, calon pengganti Nurcahyo, harus berasal dari anggota yang telah mengikuti prosedur seleksi dari panitia seleksi (pansel).

Sebelumnya, berdasarkan hasil seleksi dari 12 nama yang diajukan tim Pansel, enam di antaranya lolos sebagai anggota KNKT.

Ke-12 nama tersebut antara lain, Amien Abdurachman, Mulianta Sinulingga, Admi Satria, Jaka Pujiyanto, Herly Dwiyanto, Haris Muhammadun, Soerjanto Tjahjono, Haryo Satmiko, Suprapto, Aldrin Dalimunte, Dede Farhan Aulawi, dan Leksmono Suryo Putranto.

Sedangkan enam nama yang lolos, yaitu Soerjanto Tjahjono sebagai Ketua KNKT, Haryo Satmiko sebagai Wakil Ketua KNKT, dan Suprapto sebagai Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Perkereta apian.

Lalu, Aldrin Dalimunte sebagai Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran, Dede Farhan Aulawi sebagai ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, dan Leksmono Suryo Putranto sebagai Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Hanya saja, pada akhir Agustus 2015,  Dede Farhan Aulawi selaku Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan mengundurkan diri dari jabatannya. Sehingga terjadi kekosongan anggota KNKT.

Akhirnya, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyurati Menteri Perhubungan RI untuk diteruskan kepada Presiden RI guna merespon kekosongan tersebut.

Dalam surat tersebut, berisi usulan KNKT terkait sosok Jaka Pujiyono sebagai ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, berikut FX Nurcahyo Utomo.

Namun, surat yang diduga sudah dipalsukan itu, disebutkan jika kedua orang yang diusulkan merupakan hasil dari pansel.

Padahal, FX Nurcahyo Utomo tidak termasuk dalam dokumen pengumuman pansel. Melainkan, nama Kolonel Pnb. Dr. D. Herly Dwiyanto.

Untuk itu, Nizar menekankan, jika  Nurcahyo, harus segera diganti dari anggota yang telah mengikuti prosedur seleksi dari pansel sesuai dengan perundang undangan.

"Jika tidak maka itu tidak sah. Calon pengganti anggota yang mundur itu, harus nomor berikutnya yang tidak masuk (cadangan) dan tidak bisa berdasarkan asessment," tegasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya