Berita

Bisnis

BPJSTK Sasar 12 Juta Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

RABU, 14 SEPTEMBER 2016 | 01:29 WIB | LAPORAN:

. BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK), melalui kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, akan melindungi para pekerja dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia. Mereka yang tergabung dengan BEKRAF, diantaranya profesi seperti arsitek, pembuat film animasi, seniman, perancang busana dan lain lain.

"Jumlahnya untuk subsektor restoran dan makanan saja mencapai 500 ribu orang. Kalau keseluruhan berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) berkisar 12 juta pelaku usaha," kata Kepala Badan Kreatif Triawan Munaf usai menandatangani Nota Kesepahaman antara BEKRAF dengan BPJSTK di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (13/9).

Direktur Utama BPJSTK,  Agus Susanto,  menyatakan memberikan apresiasi terhadap BEKRAF yang berupaya memberikan perlindungan sosial bagi para pelaku industri kreatif. "Ini memang menjadi program negara, sehingga jika terjadi risiko sosial terhadap anggota BEKRAF akan diambil alih  BPJS Ketenagakerjaan," terangnya.


Terkait sistem pembayaran iuran yang dilakukan, Agus mengatakan, akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut dengan BEKRAF bagaimana mekanisme yang dijalankan.

Menurut Agus, dengan adanya Nota Kesepahaman ini, kedua belah pihak dapat saling memanfaatkan sumber daya yang ada dengan azas saling membantu dan saling mendukung sesuai dengan aturan atau regulasi yang berlaku.

Untuk dapat memberikan perlindungan program secara optimal, BEKRAF akan menyediakan data-data umum terkait pekerja atau pelaku usaha ekonomi kreatif untuk ditindaklanjuti pihak BPJSTK dengan melakukan sosialisasi dan edukasi program dan manfaat kepada mereka.

Sementara pihak BPJSTK akan memberikan akses yang baik atau rekomendasi atas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR)  melalui mitra perbankan yang bekerjasama kepada para pekerja dan pelaku usaha industri ekonomi kreatif Indonesia.

"Kerjasama ini diharapkan mampu mendorong perekonomian bangsa dan secara simultan juga memperluas perlindungan atas jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja," kata Agus.

"Para pekerja di industri ekonomi kreatif ini memang sudah selayaknya terlindungi, karena besarnya risiko pekerjaan yang mereka hadapi," imbuhnya.

Dengan adanya kerjasama ini, BPJSTK akan selalu hadir memberikan perlindungan dan layanan terbaik kepada seluruh peserta, khususnya para pekerja dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia, juga dengan turut mendukung program pengembangan usaha dan industri kreatif Indonesia agar semakin maju dan berkembang. [ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya