Berita

Kemas Danial/Net

Bisnis

Dirut LPDB: Tak Ada Kredit Fiktif

SELASA, 13 SEPTEMBER 2016 | 14:50 WIB | LAPORAN:

Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Kemas Danial menegaskan tidak ada yang namanya koperasi fiktif atau kredit fiktif seperti marak diberitakan.

"Bukan koperasi fiktif atau kredit fiktif, tapi ada penyalahgunaan peruntukkan dana bergulir oleh pengurus koperasi yang bersangkutan. Saya perlu luruskan ini agar jangan sampai masyarakat mendapat persepsi negatif,” kata Kemas kepada sejumlah wartawan di Jakarta.

Kemas meyakini itu karena proses untuk mendapatkan dana bergulir sangat berjenjang dan ketat.


"Jadi, sangat tidak mungkin ada koperasi fiktif bisa mendapatkan dana bergulir dari LPDB. Ini tidak lebih dari moral hazard para pengurus koperasinya dengan menyalahgunakan peruntukkan dana bergulir,” imbuh dia.

Beberapa daerah yang memiliki masalah tersebut adalah Makassar sebesar Rp 150 miliar dengan 21 koperasi, koperasi di Bontang (Kaltim) senilai Rp 9 miliar, koperasi di Bengkulu sebesar di bawah Rp 10 miliar, serta beberapa wilayah di Jabar dan Jatim.

"Tapi, secara umum, tingkat pengembalian dana bergulir di seluruh Indonesia terbilang bagus. Masalah itu hanya terjadi di beberapa daerah saja," kata Kemas.

Kemas menambahkan bahwa masalah-masalah macetnya pengembalian dana bergulir di daerah-daerah itu sudah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi setempat. Pasalnya, LPDB sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Kejaksaan Agung, yang diimplementasikan dengan Kejati di seluruh Indonesia.

"Hingga saat ini, dari penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati di sana, belum ada yang masuk ranah pidana. Kita juga tetap membantu penyelesaian kasus-kasus itu agar tetap berada di koridor perdata," paparnya.

Meski begitu, lanjut Kemas, pihaknya tetap melakukan penyelesaian ke arah perdata dengan cara menagih personal guarantee untuk menyerahkan aset-asetnya.

Selain itu, Kemas juga mengakui bahwa di Makassar ada keterlibatan orang dalam dari LPDB. "Ada seorang staf kami yang terlibat di Makassar. Tapi, dia sudah resign pada 2013 lalu. Modusnya, dia kerja sama dengan koperasi di Makassar hingga koperasi tersebut bermasalah," beber Kemas.

‎Hal itu bisa terjadi, kata Kemas, karena di rentang 2006-2013 sangat mudah untuk mendapatkan dana bergulir dari LPDB. Cukup mengacu pada fidusial piutang sudah bisa mendapat kucuran kredit LPDB, tanpa jaminan aset.

"Namun, setelah 2014, saya menjamin 100 persen tidak ada dana bergulir yang bermasalah karena sudah melalui proses yang sangat ketat, serta ada jaminan aset,” tukas Kemas.

Oleh karena itu, Kemas berharap bahwa dengan adanya kejadian-kejadian di beberapa daerah itu tidak merusak nama LPDB secara keseluruhan.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya