Berita

Foto/Net

Bisnis

Duh, Daya Saing SDM Kita Turun

SELASA, 13 SEPTEMBER 2016 | 08:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Ketenagakerjaaan Hanif Dhakiri mendukung upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk meningkatkan kualitas pekerja di Indonesia. Menurutnya, pengembangan human capital sangat penting di dalam mendukung per­tumbuhan ekonomi. Apalagi, saat ini kita sudah memasuki era persaingan bebas di Asia Tenggara.

"Kita mengenal ekonomi yang berbasis pengetahuan. Di da­lamnya kegiatan ekonomi itu mengandalkan pengetahuan sumber daya manusia," kata Hanif dalam acara Indonesia Human Capital Studi (IHCS) di Jakarta, pada akhir pekan.

Hanif mengajak pihak swasta untuk bersama sama mengem­bangkan human capital. Karena, menurutnya, pengembangan human capital dapat berjalan cepat bila ada sinergi antara pemerintah dengan swasta.


Ketua Penyelenggara IHCS, Moh Lutfi Handayani mengata­kan, acara ini merupakan yang ketujuh kalinya digelar.

Dia menjelaskan, IHCS merupakan kegiatan studi mengenai Human Capital Management System (HCMS), untuk mengukur tingkat keselarasan dan keefektifan human capital management system di organisasi. Menurutnya, hasil studi IHCS diharapkan dapat menjadi bekal di dalam menopang kerja organisasi atau perusahaan.

Melalui studi IHCS, lanjut­nya, diperoleh Human Capital Index Norm dari 10 sektor industri di Indonesia. Selain itu, dari hasil studi terungkap fakta terjadinya penurunan turn over dari karyawan bertalenta dari tahun ke tahun yaitu sebesar 35,5 persen. Khusus untuk industri pembiayaan dan perbankan, penurunan kualitas karyawan cukup tinggi yaitu 13,3 persen dan 7,3 persen. Hal ini tentu menjadi suatu tantangan tersendiri.

Lutfi menyarankan, peru­sahaan pembiayaan dan perbankan harus terus mening­katkan engagement karyawan melalui reward management yang kompetitif. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya