Berita

Arcandra Tahar/Net

Bisnis

Peneliti Senior: Tantangan Arcandra Menghadapi Kelompok The Seven Sister

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016 | 05:30 WIB | LAPORAN:

RMOL. Posisi Arcandra Tahar sudah lampu kuning untuk bisa menjadi Menteri ESDM lagi. Dukungan dari kalangan politisi dan unsur penting pemerintahan juga sudah dikantongi. Sekarang, Arcandra hanya tinggal menunggu keputusan Presiden Joko Widodo.

Peneliti senior dari Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo mengatakan, hal yang paling penting dan mendasar harus dilakukan Arcandra adalah mewujudkan kedaulatan energi yang menjadi impian Presiden Jokowi dan harapan seluruh rakyat Indonesia.

"Tentu disadari bahwa untuk mewujudkan kedaulatan energi banyak tantangan dan rintangan. Karena diketahui, industri minyak dan gas hingga kini masih didominasi oleh kelompok yang dikenal dengan sebutan The Seven Sister," terang dia dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/9).


Tujuh perusahaan terbesar di dunia tersebut sebagian melakukan merger yaitu Standard Oil of New Jersey (ESSO) melakukan merger dengan Standard Oil of New York (berubah nama menjadi Mobil Oil) kemudian setelah merger namanya menjadi Exxon Mobil.

"Sedangkan Chevron (dulu namanya Standar Oil of California) gabung dengan Texaco. Setelah merger namanya berganti menjadi ChevronTexaco. Perusahaan yang masuk kelompok The Seven Sister lainnya adalah Shell, British Petroleum (BP) dan Gulf Oil," urai Karyono.

Selain kelompok The Seven Sister, lanjut Karyono, perusahaan migas asing yang mendunia dan sebagian ikut menguasai produksi dan distribusi minyak dan gas di Indonesia, antara lain adalah Inpex Corporation (Jepang), Saudi Aramco (Arab Saudi), Gazprom (Rusia), CNPC (China), NIOC (Iran), PDVSA (Venezuela), Petrobas (Brasil), dan Petronas (Malaysia).

Karenanya, lanjut Karyono, tantangan ke depan yang dihadapi Arcandra adalah menghadapi dominasi perusahaan minyak yang mendunia.

"Kita berharap sosok Archandra mampu membuat perubahan yang sangat mendasar, bukan hanya membuat kebijakan normatif seperti menteri-menteri sebelumnya. Tantangannya bukan sekadar memenuhi target lifting migas 1.965.000 BOEPD sebagaimana yang sudah disepakati pemerintah dan DPR RI Komisi VII dalam RAPBN 2017 tetapi harus melakukan perubahan menuju terwujudnya kemandirian dan kedaulatan energi." [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya