Berita

Ridwan Kamil/ RMOL

Politik

Petuah Ridwan Kamil di Sekolah PDIP

SABTU, 10 SEPTEMBER 2016 | 19:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Walikota Bandung Ridwan Kamil berbagi pengalaman mengelola pemerintahan saat tampil di sekolah partai PDI Perjuangan untuk calon kepala daerah/wakil kepala daerah.

Walikota Bandung tersebut menyampaikan konsep ethos gotong royong dalam kepemimpinan pembangunan Kota Bandung.

"Jangan pernah meremehkan gagasan publik, libatkan masyarakat dalam membangun. Dengan kerelawanan masyarakat tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik karena mereka juga melakukan pengawasan yang langsung dilaporkan ke saya," ujar Ridwan memberikan tips kepada para calon kepala daerah PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok, Sabtu (10/9).


Tips yang lain yang disampaikan Ridwan adalah bagaimana korupsi dikurangi drastis melalui penggunaan teknologi sehingga APBD ada penghematan Rp 1 triliun. Pembangunan smart city disarankan untuk diimplementasikan untuk mereformasi birokrasi sehingga pelayanan publik bisa ditingkatkan.

Winarti, calon bupati Tulangbawang menanyakan inovasi pembangunan apa yang sesuai untuk kabupaten.

"Jangan bertindak tanpa teori atau study, tetapi jangan membuat kebijakan  tanpa ideologi", jawab Ridwan Kamil spontan.

Program inovasi Kota Bandung seperti Ojek Makanan Balita (Omaba) yang tugasnya mendatangi balita gizi buruk, kredit mikro tanpa agunan, bebas Ijin untuk UMKM, bis sekolah terbukti sukses sebagai solusi karena didasarkan riset dan diformulasi berdasar nilai-nilai kemanusiaan, religiusitas, musyawarah, keadilan sosial dari Pancasila.

Calon Bupati Singkil, Dul Mursid, meminta elaborasi pernyataan Ridwan Kamil yang telah menerbitkan 300 an rumah ibadah di Bandung.

"Saya minta rekom dari FKUB untuk menerbitkan ijin, tapi saya juga membuat forum silaturahmi antar umat beragama untuk memberikan bimbingan masyarakat terkait nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi. Hanya dua ormas radikal yang tidak mau masuk forum tersebut," jawab Ridwan sambil meyakinkan untuk memakai strategi musyawarah yang sekaligus merupakan  watak asli orang Indonesia.

Merujuk pengalaman dan sosok Ridwan Kamil, Kepala Sekolah Komarudin Watubun mengingatkan bahwa bagi kepala daerah dan politisi PDIP harus berkinerja bagus tetapi sekaligus menjadi penyebar Pancasila dan ajaran Sukarno di masyarakat syukur bisa di luar negeri.

"Kita harus membentengi ideologi anak-anak muda dari ancaman ekstrimisme agama yang makin menjadi-jadi," kata Komarudin.

Sekretaris Sekolah Eva Sundari menjelaskan bahwa kurikulum sekolah partai selain tentang ideologi dan strategi untuk menang pilkada tetapi juga memberi inspirasi bagaimana ideologi menjadi solusi-solusi masalah kebangsaan.

"Masalah klasik pembangunan yaitu kebodohan dan kemiskinan, saat ini diperburuk oleh masalah baru yaitu radikalisme dan ekstrimisme," tandas Eva Sundari. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya