Berita

Foto/Net

Bisnis

Proyek Listrik 35 Ribu MW Nggak Bakal Selesai 2019

Tidak Mau Bohong, Luhut Akui Realisasi Molor
KAMIS, 08 SEPTEMBER 2016 | 08:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan tidak mau menutupi lambatnya realisasi pembangunan listrik 35 ribu megawatt (MW). Diproyeksikannya, proyek tersebut tidak akan selesai pada 2019 seperti yang ditargetkan.
 
Luhut mengatakan dirinya tidak mau bohong kepada rakyat. Presiden Jokowi pernah berpesan kepada dirinya agar sebagai pemangku kebijakan tidak menutup-nutupi fakta di lapangan.

"Listrik 35 ribu MW memang tidak bisa tercapai di 2019. Ke­mungkinan hanya akan tercapai 23 ribu sampai 24 ribu MW saja. Tapi tidak apa-apa. Kita kan su­dah bekerja keras," kata Luhut di Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, kemarin.


Luhut mengungkapkan, tidak tercapainya pembangunan terse­but disebabkan banyak faktor antara lain proses bisnis yang belum baik dan kendala di lapangan. Namun demikian, Luhut menegaskan, pihaknya akan terus mendorong realisasi pembangunan bisa terus berjalan. Sehingga, meskipun tidak sele­sai 2019, sisanya pembangunan yang belum selesai dapat ram­pung pada tahun berikutnya, tahun 2020.

Pengamat energi dari Uni­versitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi telah memperkira­kan proyek tersebut akan molor dari target "Banyak persoalan di dalam realisasi proyek itu makanya saya pesimistis proyek akan selesai pada 2019," kata Fahmi.

Dia menyebut penyebab proyek tersebut molor antara lain disebabkan buruknya koor­dinasi di internal pemerintah sendiri. Selain itu, pemerintah daerah terkesan setengah hati di dalam memberikan dukungan sehingga pembebasan lahan sulit tercapai.

Namun demikian, Fahmi me­nilai kesempatan pemerintah untuk bisa menyelesaikan proyek 34 ribu MW sesuai target, masih terbuka lebar. Syaratnya, pemerintah harus memberikan kepastian dan kesempatan yang lebih luas kepada para inves­tor untuk masuk dalam proyek tersebut.

Seperti diketahui, program 35 ribu MW mencakup 109 proyek yang terdiri atas 35 pembangkit dikerjakan PT PLN dengan total kapasitas 10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta (independent power producer/IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW.

Berdasarkan data PLN, hingga kuartal pertama 2016, kapasitas pembangkit yang sudah dibangun 397 MW atau masih 1,1 persen dari total target 35.000 MW.

Lalu, tahap konstruksi menca­pai 3.862 MW atau 10,9 persen, perencanaan 12.226,8 MW atau 34,4 persen, pengadaan 8.377,7 MW atau 23,6 persen, dan kon­trak jual beli (power purchase agreement/PPA) 10.941 MW atau 30,8 persen. Demikian pula, PLN baru membangun 2.712 km transmisi dari target 46.597 km pada periode sama.

Belum lama ini, Dewan Energi Nasional (DEN) secara ter­sirat mengakui proyek 35 ribu MW sulit dicapai. "Sekarang targetnya tidak lagi berapa MW yang bisa dicapai, tetapi Power Purchasing Agreement (PPA) yang bisa ditandatangani," kata Anggota DEN Rinaldy Dalimi.

Rinaldy mengatakan, banyak realisasi proyek listrik 35 ribu MW terkendala masalah pem­bebasan lahan. Padahal, dia mengklaim pada awalnya proyek ini berjalan dengan lancar.

Selain itu, dia menilai banyak dikerjakannya proyek ini oleh swasta ikut memberikan kontri­busi lambatnya realisasi pem­bangunan. Karena, proses tender lebih lama bisa dibandingkan digarap pemerintah. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya