Berita

Politik

Menteri Susi Ajak Peserta Sekolah PDIP Bersikap Progresif Revolusioner Sejahterakan Rakyat

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2016 | 05:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk mewujudkan idealisme dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerahnya masing-masing, para kepala daerah harus bisa berpikir progresif revolusioner dan menemukan berbagai terobosan.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi narasumber untuk topik Indonesia Poros Maritim Dunia di Sekolah Partai calon kepala daerah/wakil kepala daerah PDI Perjuangan di Depok, Rabu (7/9).

Panitia mengundang Menteri Susi karena memang sebagian peserta berasal dari daerah-daerah kepulauan atau daratan yang mempunyai wijayah pesisir. Dalam kesempatan ini Susi menyampaikan fakta-fakta kemajuan selama dua tahun dia menjabat jadi menteri.


"Yang paling nyata adalah, saya menghentikan illegal fishing sehingga Indonesia menjadi penghasil ikan nomor satu di Asean dan bisa menyetor pendapatan negara lebih banyak dari sebelumnya sementara sektor-sektor lain justru menurun setorannya," kata Susi lantang.

Susi juga melaporkan bahwa sejak kapal-kapal asing tidak beroperasi, penghasilan para nelayan meningkat dan kesejahteraan mereka juga meningkat.

Menurut Menteri Susi, tahapan mendobrak sudah dia laksanakan dalam dua tahun ini dengan membongkar sistem yang selama ini dikuasai oleh mafia. Saatnya membangun, menata untuk memperkuat kedaulatan rakyat.

"Pemerintah mengeluarkan keppres dan perpres percepatan pembangunan industri perikanan yang akan dikendalikan rakyat, kekuatan nasional. Inilah yang kita sebut berdaulat dan berdikari di lautan. Kita tangani sendiri, tidak perlu investor asing," tegas dia disambut tepuk tangan peserta.

Eva Sundari, sekretaris Sekolah Partai menyatakan bahwa bahwa bahan ajar Metode Berpikir Bung Karno didiskripsikan dalam praktek di skala nasional oleh Menteri Susi.

"Peserta menjadi yakin bahwa ideologi Pancasila dan strategi Trisakti pun mampu untuk mensejahterakan rakyat daerah sekaligus untuk  skala nasional," kata Eva Sundari.

Komarudin Watubun, Kepala Sekolah yang juga Anggota Komisi II DPR RI menambahkan bahwa untuk mewujudkan Trisakti dalam pengelolaan laut perlu perencanaan yang baik.

"Kita dukung Pemerintah melakukan penyelarasan perencanaan pembangunan dibidang kelautan sampai tingkat Pemerintah Daerah agar kesejahteraan bisa terwujud secara adil dan merata. Kekayaan laut kita adalah modal besar untuk wujudkan kesejahteraan rakyat," demikian Komarudin Watubun. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya