Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Akuisisi M&P Oleh Pertamina Didukung Dewan

SELASA, 06 SEPTEMBER 2016 | 22:01 WIB | LAPORAN:

Aksi korporasi Pertamina dalam mengakuisi perusahaan migas Prancis, Maurel et Prom (M&P) yang dimiliki oleh Pacifico didukung kalangan dewan.

Menurut anggota Komisi VII DPR Kurtubi, akusisi tersebut akan sangat menguntungkan karena dibeli ketika harga saham sedang jatuh.

"Bagus itu. Saat ini memang waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi dengan membeli perusahaan minyak yang mempunyai lapangan minyak (onshore), karena bisa dilakukan dengan biaya sangat murah. Jangan lupa, ke depan harga minyak pasti akan kembali naik,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/9).


Kurtubi menjelaskan, kemampuan Pertamina, seharusnya memang diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dan hal itu bisa dilakukan, melalui investasi ekspansi Pertamina di luar negeri. Terutama, untuk mencari sumber-sumber lapangan minyak yang sudah berproduksi sehingga bisa memperkuat persediaan minyak mentah dalam negeri.

Aksi korporasi Pertamina yang mengakuisisi 24,5 persen M&P dirasa Kurtubi memang sebaiknya dilakukan. Terlebih, karena produksi lapangan minyak di dalam negeri saat ini sedangn anjlok. "Saya setuju dengan upaya Pertamina. Karena Pertamina memang perlu mencari kompensasi back up minyak mentah yang diolah di dalam negeri melalui kepemilikan di lapangan-lapangan minyak di luar negeri,” kata dia.

Kondisi M&P saat ini memang sangat baik. Salah satunya, karena mayoritas onshore aset dengan biaya produksi yang rendah dan masa lisensi yang masih lama berakhir. Selain itu, M&P memiliki portfolio aset produksi migas yang menarik, yakni  2P reserve 327 mmboe, 70% nya minyak. Selain memiliki aset produksi dengan cash flow yang positif di Gabon, Tanzania, dan Nigeria, M&P juga memiliki kontrol operatorship di Gabon dan Tanzania. Dan, yang juga menjadi catatan positif, M&P juga memiliki upside dari blok eksplorasi di Kanada, Kolombia, Namimbia dan Myanmar.

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) juga mendukung aksi korporasi Pertamina dalam mengakuisisi M&P. Ketua FSPPB Noviardi menjelaskan, direksi tentu sudah melakukan kajian matang sebelum melakukan akuisisi. Terlebih, karena prospek yang luar biasa dari M&P dan juga karena pembelian dilakukan ketika harga sedang jatuh.

"FSPPB tidak asal mendukung, karena kami juga sering mengkritisi Pertamina. Namun untuk saat ini, kami melihat bahwa langkah Pertamina dalam mengakuisisi M&P sudah sangat tepat,” kata dia.

Noviardi menambahkan bahwa pembelian ladang minyak harus dilihat sebagai investasi ke depan. Dengan mengakusisi pada saat harga rendah, Noviardi yakin bahwa Pertamina akan mendapatkan manfaat besar, mengingat ke depan harga minyak pasti akan membaik.

Untuk itu tidak tepat, jika ada pihak lain yang mengatakan upaya Pertamina tersebut justru akan membuat Pertamina rugi. Apalagi, neraca keuangan yang dijadikan dasar adalah neraca keuangan dua tahun lalu, yang kondisinya sudah berbeda dibandingkan saat ini. "Harus diingat bahwa saat ini M&P tidak memiliki masalah dengan kondisi keuangan,” kata Noviardi. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya