Berita

Net

Bisnis

Telkomsel Optimalisasi Jaringan Jelang PON XIX 2016

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2016 | 08:30 WIB | LAPORAN:

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 akan segera digelar secara serentak di sejumah kota di Provinsi Jawa Barat pada 17-29 September mendatang. Berbagai persiapan guna menyambut event empat tahunan tersebut telah dilakukan pemerintah daerah setempat, baik dari sisi fasilitas serta sarana penunjang hingga infrastruktur penunjang seperti kepastian kenyamanan bagi penonton dan para atlet dalam mengakses komunikasi.

Telkomsel bersama Telkom Group sebagai salah satu pendukung utama PON XIX 2016 juga telah melakukan sejumlah optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik serta menjamin kenyamanan berkomunikasi di seluruh venue pertandingan dan fasilitas pendukung yang sudah disiapkan oleh Pemprov Jawa Barat.

Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi mengatakan, XIX 2016 kali ini diperkirakan akan melibatkan 16.143 Orang yang terdiri dari 8403 atlet selain tuan rumah, 2195 wasit/pengawas pertandingan/juri, 4608 personil panitia pelaksana, dan 805 petugas keamanan, dengan menggunakan 61 venue pertandingan yang tersebar di 16 kabupaten/kota.
 

 
"Telkomsel sebagai operator penyedia jaringan komunikasi telah melakukan sejumlah persiapan infrastruktur jaringan dengan melakukan optimalisasi kapasitas serta kualitas jaringan guna menyambut lonjakan trafik dan menjamin kenyamanan komunikasi semua pihak yang terlibat dalam event PON XIX 2016 ini mulai dari atlet, panitia pelaksana hingga penonton," jelasnya kepada wartawan, Minggu (5/9).

Sukardi menjelaskan, sebanyak 804 BTS siap melayani lonjakan trafik selama event PON XIX 2016 berlangsung, dengan tambahan 13 Compact Mobile BTS yang tersebar di sejumlah venue pertandingan serta fasilitas pendukung seperti Media Center, Penginapan Atlet, Bandara dan Stasiun Kereta hingga Ruma Sakit yang ada di Bandung, Tasikmalaya, Subang, Karawang, Cirebon, Cimahi, Bekasi, Bogor serta beberapa kota lain.

Telkomsel juga telah mengindentifikasi 88 Hot Spot atau POI (Poin of Interest) yang menjadi titik utama optimalisasi jaringan di area MASIV yaitu Media Center (2 spot), Accomodation atau Hotel dan Penginapan Atlet (45 spot), Security atau Posko Utama Keamanan (6 spot), Inbound Entry seperti Bandara, Stasiun dan Terminal, serta Venue atau lokasi pertandingan (35 spot), seperti Stadion  Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang akan menjadi venue acara pembukaan dan penutupan PON XIX, Stadion Jalak Harupat dan Stadion Siliwangi yang akan menjadi venue pertandingan utama, Bandara Husein Sastranegara yang akan menjadi titik kedatangan kontingen dari luar Pulau Jawa, serta Trans Luxury Hotel di Bandung yang menjadi lokasi Media Center Utama.

Sukardi lebih lanjut menambahkan, guna memastikan kualitas layanan TrueBEx (True Broadband Experience), sekitar 448 BTS 3G dan 102 BTS 4G LTE Telkomsel telah tersebar di sejumlah venue yang diperkirakan akan dihadiri penonton dalam jumlah yang cukup banyak. Ketersediaan jaringan internet cepat, khususnya dengan 4G LTE Telkomsel diyakini akan mendorong peningkatan penggunaan jaringan broadband baik oleh panitia, atlet, media,  maupun oleh masyarakat untuk mengakses informasi terkini mengenai PON XIX seperti melalui situs berita online, atau sekedar untuk memposting video atau foto pengalaman menonton langsung di venue pertandingan melalui social media.

Selain itu, serangkaian upaya optimalisasi jaringan juga dilakukan, seperti menjaga ketersediaan VLR atau kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan guna mengantisipasi lonjakan trafik selama PON XIX 2016 berlangsung. Yang diprediksi akan meningkat sekitar 3 persen untuk layanan SMS, 5 persen untuk layanan voice, dan 7 persen untuk layanan data yang akan menembus 171 TB dibandingkan hari biasa.

"Kerja sama Telkomsel bersama Telkom Group dengan Pemprov Jawa Barat untuk pengamanan kualitas akses komunikasi selama PON XIX 2016 diharapkan akan memberi jaminan kenyamanan bagi masyarakat untuk menikmati seluruh rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan nanti," demikian Sukardi. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya