Berita

Hukum

Sarat Rekayasa, Polisi Harus Usut Pemukulan Di Bus Transjakarta

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 01:36 WIB | LAPORAN:

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma meragukan kebenaran motif pemukulan yang dialami Andrew Budikusuma di dalam bus Transjakarta atau Busway beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengakuan Andrew yang warga keturunan Tionghoa bahwa tanpa sebab yang jelas dikeroyok oleh empat orang tak dikenal berpakaian batik  di dalam bus sungguh tidak lazim.

"Apalagi menurut pengakuannya, si pengeroyok pakai menyebut-nyebut nama (Gubernur) Ahok," ujar Lieus kepada redaksi, Rabu (31/8).


Seperti diketahui, Selasa kemarin (30/8) seorang lelaki keturunan Tionghoa bernama Andrew Budikusuma melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dan mengaku telah mengalami pengeroyokan oleh empat orang di dalam bus Transjakarta. Andrew mengaku dipukuli sekelompok orang kala dirinya berada di atas bus yang berangkat dari Halte Kuningan Barat menuju Halte Pluit pada Jumat lalu (26/8) sekitar pukul 20.30 WIB.

Ia menceritakan, mulanya empat orang pria masuk ke dalam bus yang ditumpanginya di Halte Semanggi. Saat itu kondisi bus sedikit lengang. Andrew berdiri di antara pintu tengah dan belakang bus yang bergandengan. Setelah masuk, menurut Andrew, empat pria langsung berteriak menyebutkan nama Ahok dan langsung memukulinya.

Disinggung atas peristiwa itu, Lieus mengatakan dirinya sangat meragukan pengakuan Andrew.

"Motif pemukulan seperti yang diceritakan Andrew bahwa ia dikeroyok hanya karena wajahnya mirip Ahok terkesan mengada-ada. Lagipula, ngapain pula Ahok yang lagi dimusuhi warga Jakarta naik Busway, itu kurang kerjaan namanya," beber Lieus.

Dia bahkan menengarai cerita tentang pemukulan itu sengaja direkayasa oleh pelapor.

"Bukan kejadiannya tapi motifnya. Bahwa bisa jadi memang ada pemukulan tapi kejadian itu sengaja dibuat untuk mengesankan bahwa Ahok dan para pendukungnya dizolimi," jelas Lieus.

Tambahnya, dalam skala lebih luas bukan mustahil peristiwa itu direkayasa untuk meimbulkan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara).

"Bahwa orang Tionghoa yang minoritas diintimidasi karena ada tokohnya yang ingin jadi gubernur," ujarnya.

Karena itu, Lieus meminta kepada aparat kepolisian untuk benar-benar mengusut kasus tersebut. Bukan hanya terhadap peristiwa pemukulannya tapi motif di belakangnya.

"Biar semuanya menjadi jelas duduk soalnya," ujarnya.

Pengusutan secara tuntas motif kasus tersebut sangat penting. Apalagi jika melihat reaksi Gubernur Ahok yang begitu cepat dengan menuduh orang yang memukuli Andrew pengecut dan bahkan mengajak orang itu berkelahi.

"Padahal terhadap banjir yang melanda ribuan orang di Jakarta Selatan saja reaksi Ahok sangat lambat," tegas Lieus. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya