Berita

Sukanto Tanoto/Net

Politik

Soal Indonesia Bapak Angkat Dan China Bapak Kandung, DPR Kecam Taipan Sukanto Tanoto

SENIN, 29 AGUSTUS 2016 | 16:35 WIB | LAPORAN:

Taipan Sukanto Tanoto dalam tayangan di media sosial Youtube berjudul "RGE Chairman Sukanto Tanoto shares his story' yang dipublikasikan pada 20 Januari 2015 dinilai sangat melukai hati bangsa Indonesia.

Pasalnya, dalam tayangan itu, Bos Royal Golden Eagle, sebuah perusahaan global yang bergerak di sektor pengelolaan sumber daya alam tersebut dengan gamblang  menganggap Indonesia sebagai 'Bapak Angkat' dan China sebagai 'Bapak Kandung'.

Padahal, dia lahir, besar, menikah dan diberi ‘’karpet merah’’ oleh pemerintah untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia hingga mengantarkan Sukanto Tanoto menjadi konglomerat.
 

 
"Pernyataan Sukanto Tanoto itu sangat melukai hati bangsa Indonesia," kata ‎Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan di gedung DPR, Senin (29/8).

Dia mengatakan negara Indonesia bisa merdeka lewat perjuangan dan hujan air mata para pahlawan. Bahkan banyak pahlawan yang tidak sempat menikmati kemerdekaan. Sementara Sukanto Tanoto tinggal menikmati hasil kemerdekaan Indonesia, tanpa pernah mengangkat senjata melawan penjajah. 

"Dia (Sukanto Tanoto) tidak perlu banyak ngomong. Kalau merasa bangsa Indonesia maka sebaiknya dukung Indonesia dong. Kan kayanya di Indonesia kenapa harus ngomong Indonesia (bapak angkat) seperti itu," kata Heri.

Di tengah perekonomian yang lesu beberapa tahun terakhir, sambung Politisi Gerindra itu, seharusnya Sukanto Tanoto berpihak ke Indonesia.

Dengan tegas Heri Gunawan mengatakan kalau ucapan Sukanto yang lebih mencintai negara asalnya, patut diduga di negara itu dia menyimpan kekayaan.

Heri juga berharap dengan adanya Tax Amnesty, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan diharapkan bisa memaksa Sukanto Tanoto segera memindahkan kekayaannya ke dalam negeri.

"Dia (Sukanto Tanoto) itu kan hanya oknum. Tidak semua pengusaha keturunan berpandangan seperti dia. Masih banyak warga keturunan dan konglomerat  yang rasa nasionalisme dan kecintaannya pada Indonesia yang baik," kata Heri.

Kasus Sukanto Tanoto merupakan insiden kebangsaan yang hanya melibatkan individu, tidak mewakili golongan mana pun. Dan pihaknya pun meminta agar masyarakat lebih objektif, tidak menggeneralisir dan terpancing dengan penyataan Sukanto tersebut.

"Jangan sampai kerukunan yang telah terjaga, hancur karena Sukanto Tanoto. Masih banyak kok warga keturunan China yang baik dan mau membangun bangsa ini," katanya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya