Berita

Azrul Tanjung/Net

Politik

Rakernas Fokal IMM Bahas Berbagai Persoalan Bangsa

JUMAT, 26 AGUSTUS 2016 | 07:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rancangan Pembangunan Nasional dan wacana kembali ke UUD 1945 yang asli menjadi salah satu topik utama Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Keluarga Alumi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM).

Demikian disampaikan Sekjen Fokal IMM Azrul Tanjung. Azrul menjelaskan, Fokal IMM, sebagai bagian dari kekuatan masyarakat Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya manusia yang menyebar di berbagai lini. Fokal IMM yang tersebar di seluruh Indonesia pun siap bekerjasama dengan pemerintah dan berbgai pihak untuk terus melakukan konsolidasi demokrasi, dan di saat yang sama ikut terlibat aktif dalam proses pembangunan.

"Tentu bukan pembangunan yang asal pembangunan. Namun pembangunan yang substansial, bukan hanya fisik namun juga karakter. Pembangunan yang merata, bukan saja tumbuh. Dan prinsipnya pembanguan nasional dalam nalar proklamasi kemerdekaan sebagaimana sudah dirumuskan para pendiri bangsa," tegas Azrul di sela-sela pembukaan Rakernas Fokal IMM di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta (Jumat,26/8).


Selain nalar proklamasi, sambung Azrul, Fokal juga akan membahas wacana kembalinya ke UUD 1945. Fokal menyadari bila saat ini ada proses d Republik ini, baik ekonomi, sosial, budaya maupun politik yang sudah menjadi sangat liberal dan tercerabut dari akar budaya, ekonomi, sosial dan politik Indonesia.  Fokal mau agar Indonesia tak terlena oleh sistem lain namun melupakan asal usul dan sumber sendiri.

"Kata Bung Karno, jangan lupakan asal usul, jangan lupakan sumbermu. Bahkan kini, banyak bangsa-bangsa lain yang memuji demokrasi kita, nilai Pancasila kita, kebhinekaan dan semua moral ajaran bangsa Indonesia. Ini harus kita temukan kembali, kita gali kembali dan kita gunakan untuk menjadi dasar pembangunan Indonesia di masa mendatang," tegas Azrul.

Secara internal, sambung Azrul, Rakernas ini akan membahas program Fokal dalam waktu satu tahun mendatang. Rakernas juga menjadi sarana konsolidasi organisasi. Maka sekitar 200 undangan dari pengurus Fokal se-Indonesia akan menghadiri Rakernas ini.

Acara Rakernas juga dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Koamruddin, para menteri Kabinet Kerja seperti Mendikbud Mucajir Effendy dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset M Natsir. Acara juga dihadiri tokoh politik yang lain seperti para ketua umum maupun politikus lintas partai. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya