Berita

Amien Rais/Net

Politik

Amien: Si Pekok Bisa Dikalahkan

Pilkada DKI Seperti David Vs Goliath
KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Amien Rais kembali panaskan suhu politik Jakarta. Bekas ketua MPR itu menggambarkan Pilkada Jakarta seperti pertarungan David Vs Goliath. Tapi, dia yakin, yang sombong dan arogan tak akan jadi pemenang. Bahkan, dengan keras dia bilang "Si Pekok bisa dikalahkan,…" Pekok adalah bahasa jawa yang berarti si bodoh, bisa juga diartikan gokil, aneh atau nyeleneh.

Kata "Si Pekok" diutarakan Amien saat memberikan sambutan perayaan HUT ke-18 PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (23/8) malam.

Amien tak menyebut nama jelas siapa Si Pekok yang dimaksudnya itu. Tapi, kalau merunut kalimat-kalimat yang dia utarakan sebelumnya, semua orang bisa menebak dengan jelas Si Pekok itu.


Awal sambutan, Amien menyampaikan kalimat tamsil atau pengibaratan saat bicara soal panasnya Pilkada Jakarta. "Kita sedang menghadapi political Goliath, yang di belakangnya ada media Goliath, ada networking international Goliath," ujar Amien.

David vs Goliath adalah kisah mashur antara Goliath atau Jalut yang merupakan raksasa dengan tinggi sekitar tiga meter. Raksasa itu terkenal sombong. Namun, lantaran keangkuhannya, raksasa itu akhirnya tumbang setelah mendapat serangan ketapel dari David atau Nabi Daud.

Pada Pilkada DKI, Amien melihat ada kekuatan besar yang tidak jauh berbeda dengan sosok Goliath tersebut. Dengan kepongahan yang ada, kekuatan Goliath itu seakan menantang aparat penegak hukum. "Si sombong itu mengatakan BPK ngaco, KPK gendeng. Ini sudah berlebihan," ujar dia.

Amien lantas mengibaratkan masyarakat kecil yang tinggal di DKI ibarat David. Menurut dia, meski ada kekuatan besar yang tengah menguasai DKI, pada akhirnya kekuatan itu dapat dijatuhkan dengan kerja sama yang ada.

"Kita perlu bergabung, forum buruh, forum NGO, forum ulama, forum polisi, forum student. Kalau ini digalang, si pekok ini bisa dikalahkan. Poinnya keadilan. Ini yang harus menjadi pandangan kita semua," ujar dia.

Sampai akhir pidatonya, Amien sama sekali tak menyebut satu kata pun siapa goliath juga si pekok yang bisa dikalahkan itu. Nggak tahu kenapa Amien kali ini hanya menebar teka-teki, padahal sebelumnya, bekas ketua Umum PAN ini dengan terang-terangan menyerang Ahok.

Di Temanggung, (Minggu, 24/4), Amien menyebut, Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin lantaran sikapnya yang kerap "nyeleneh" dan memicu timbulnya kontroversial.

"Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan Presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," kata Amien kala menghadiri pengukuhan dan sertijab pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung.

Menanggapi serangan Amien itu, Ahok tak kalah keras. Dia menuding Amien sudah pikun. "Waktu dia baru selesai dari Ketua MPR, dia kasih penghargan terus dia ngomong gini ke saya, 'saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu' saya dikasih pin, mungkin dia sudah tua jadi pikun kali," kata Ahok.

Di tempat terpisah, kemarin, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung) mengeluarkan kalimat kasar ke Ahok.

"Ahok itu sudah pantas saya sebut psikopat. Saya bertanggung jawab atas ini. Saya sudah ketemu dokternya. Teman-teman Gerindra saat itu, kita enggak ngomong rasis dan sara," ujar Lulung di acara deklarasi "Rumah Amanat Rakyat" di Gondangdia, Jakarta Pusat, kemarin.

Lulung klaim tidak asal bunyi kalau Ahok psikopat. Informasi itu, dia dapat usai menemui dua dokter kejiwaan yang memeriksa Ahok jelang Pilkada Jakarta 2012. Saat itu, Ahok masih kader Partai Gerindra, mendampingi Jokowi sebagai kandidat Pilgub Jakarta.

Bagaimana tanggapan Ahok? Mendapat serangan dari Lulung, Ahok justru menanggapinya dengan santai. Menurut Ahok, jika dirinya psikopat, seharusnya Lulung tidak berani komentar macam-macam kepadanya.

"Kalau aku psikopat, Haji Lulung jangan macam-macam sama gue dong," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, semalam.

"Lu udah tahu gue psikopat masak masih sering godain gue," tambahnya, sambil tersenyum. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya