Berita

Politik

Teken MoU, Ini Pesan Megawati Pada BMKG Dan Basarnas

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 21:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) punya peranan besar dan strategis karena bersentuhan langsung dengan kemanusiaan. Maka, kedua lembaga itu harus bisa mensosialisasikan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan kehidupan langsung masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Megawati pun memberikan pesan kepada BMKG yang dipimpin Andi Eka Sakya itu bisa mensosialisasikan ke para nelayan dan petani sehingga mereka punya ketepatan waktu kapan menanam dan kapan melaut. Sementara kepada Basarnas yang dipimpin Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo, Megawati berpesan agar sosialisai mengenai bagaimana mendeteksi dan meningkatkan insting suatu bencana bisa benar-benar sampai di masyarakat paling bawah, khususnya di daerah rawan bencana.

Hal ini demikian disampaikan Megawati dalam sambutan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama DPP PDI Perjuangan, Basarnas, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan, di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa (24/8/2016).


"Dua lembaga ini (BMKG dan Basarnas) pegang peranan yang sangat besar. Jadi BMKG, harus sudah sampai tingkat nelayan dan petani, yang sekarang banyak mengeluh. Soal kapan menanam yang tepat, petani tahu eggak apa itu BMKG? BMKG nyampe apa enggak ke petani. Begitu juga peran Basarnas, bagaimana membuat rakyat kita instingnya bisa lebih unggul dari hewan dalam mengantisipasi bencana," kata Megawati.

Megawati kemudian menceritakan pengalamannya saat tiga hari paska stunami di Aceh dirinya yang sudah di Aceh melihat bagaimana justru banyak hewan yang terlebih dahulu naik ke bukit-bukit sebelum terjadinya tsunami. Hal itu menunjukkan bahwa hewan punya insting yang baik dalam mengenali gejala-gejala alam.

"Saya ingatkan, pengetahuan itu wajib disosialisasikan ke rakyat, soal bagaimana mengantisipasi bencana, kalau kita semua berdiam diri apa yang akan terjadi di kemudian hari," tukas Presiden ke-5 Indonesia ini.

Megawati mengungkapkan, Indonesia adalah negara terbesar kepulauan di dunia. Mengutip apa yang pernah dikatakan mantan Wapres Amerika Serikat, Al Gore, kalau tidak dilakukan antisipasi dan dijaga, maka akan banyak negara yang tenggelam.

"Jadi negara-negara Pasifik itu banyak yang mengeluh, karena pulaunya mulai mengecil akibat tertutupi air laut. Nah, ini harus diantisipasi dengan baik, saya minta, anak-anak saya di Baguna untuk diajari (penanggulangan dan antisipasi bencana), karena alhamdulillah, sangat terasa di lapangan peranan Baguna selama ini," beber Megawati.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyampaikan bahwa salah satu kendala besar Republik Indonesia yang secara geopolitik disebut negara terbesar kepulauan di dunia justru penduduknya, sebagian besar tidak berenang.
"Itu suatu hal yang ironis. Harusnya kita pintar berenang karena lautan kita lebih luas dari tanahnya," tukasnya.

Dalam konteks itulah, peran Basarnas, Baguna, yang siap terjun langsung dalam penanganan bencana begitu penting. Untuk itu juga, Megawati meminta ke depan Basarnas dan BMKG memberikan pelatihan secara profesional kepada Baguna PDI Perjuangan.

"Saya minta anak-anak saya di Baguna diajari, karena manfaatnya sangat berguna di lapangan. Ketika saya menggagas adanya Baguna PDI Perjuangan banyak yang heran, skeptis, dan penuh tanda tanya. 'Partai kan berbicara kekuasaan, mengapa Partai harus bersusah payah mengurus Bencana?' Bencana merupakan tanggung jawab kita bersama. Lebih-lebih Indonesia yang daerah-daerahnya rawan bencana," beber Megawati.

Sebelum penandatanganan MoU, Megawati didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo memantau peralatan dan sistem yang dioperasikan Basarnas. Bahkan, Megawati juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung melalui teleconference dengan para petugas Basarnas di, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris Baguna PDIP Vian Feoh mengatakan setelah MoU ini, Baguna PDIP dan Basarnas akan langsung menindaklanjuti dengan pelatihan potensi SAR. "Rencananya pelatihan akan dilakukan pada bulan September di Makasar , Sulawesi Selatan," ucap Vian. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya