Berita

Kelly Tandiono/Net

Blitz

Kelly Tandiono, Puas Pacaran, 2017 Dinikahi Bule Italia

SENIN, 22 AGUSTUS 2016 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Si bule pengusaha restoran dan tempat hiburan di Jakarta. Bule itu yang ikut memantapkan hati Kelly pulang dan berkarier di Indonesia.
 
Bebas merdeka. Image ini melekat kuat dalam diri Kelly Tandiono. Model dan artis berkebangsaan Indo­nesia yang lahir di Singapura ini kerap tanpa batasan dalam berlaku dan berkarya. Namun lain halnya den­gan urusan asmara. Tak disangka, Kelly sudah tinggal tunggu waktu ke pelaminan.

Pria yang beruntung mendapatkan cinta bintang film Lo Gue End, Street Society dan Gangster ini seorang bule. Setelah puas pacaran lebih dari tiga tahun, diam-diam Kelly sudah dilamar si bule. Pernikahan optimis digelar pada 2017.


"Iya sudah tunangan waktu Juli, hopefully next year married. Namanya perempuan mau punya family, nggak cuma mikirin karier saja," tutur Kelly.

Namun jebolan Next Model Management Los Angeles ini merahasiakan identitas sang calon suami.

"Dia orang Italia-Swiss. Kita memang sudah klik aja, komunikasinya bagus. Kita berdua kariernya di Indo­nesia, tapi ke depannya masih belum tahu," tutur Kelly.

Selama berlenggak-lenggok di dunia modeling, cewek berponi ini me­mang dikenal berkepribadian tomboi. Namun, si bule tetap mencintai Kelly seutuhnya. "Biar tomboy saya tetap wanita. Kalau le­laki, kan ada yang suka tomboy, relatif-lah. Tapi pasan­gan saya so far menerima apa adanya," cetusnya.

Awet pacaran selama lima tahun bukan perkara mudah dilakoni. Kelly lantas berbagi rahasia bisa setia dengan sang pacar.

"Komunikasi sangat penting bagi saya saat berpacaran. Nah, hubungan saya dan dia lebih dari tiga tahun dan kami merasa komunikasi dan segalanya lan­car. Jadi, kami memutuskan untuk segera menikah. Se­mentara tahun ini, biarkan dia fokus dengan kerjaannya dan saya dengan kerjaan saya," terang Kelly.

Bermodal tubuh tinggi langsing, kulit mulus ke­coklatan dan wajah unik, Kelly berkarier sebagai model internasional. Ia pernah melanglang buana mulai Amerika, Italia, Inggris, Taiwan, Hong Kong, hingga Australia. Sudah banyak pula perancang mode yang menggunakan jasa Kelly sebagai model, diantaranya Calvin Klein.

Setinggi-tinggi bangau terbang, pasti pulang ke sa­rangnya. Maka pulang lah Kelly ke Indonesia. Konon keputusannya untuk pulang ke Indonesia semakin mantap setelah bertemu sang pujaan hatinya.

Ya menurut sumber, pacar si Kelly bernama Massimo Mantero. Si bule memang tinggal di Jakarta sebagai pengusaha restoran dan tempat hiburan. "Bertemu Massimo, Kelly merasa sudah saatnya ia menetap di satu negara dan itu adalah Indonesia," ungkap sumber.

Soal lain. Saat ditemui di suatu kesempatan, Kelly mengungkapkan selera fashionnya secara pribadi.

"Sebenarnya, orang memperke­nalkan personality-nya itu ya dari fashion. Saya selalu pengen beda. Totally different. Se­mau saya aja lah," beber Kelly kepada Rakyat Merdeka.

Saat itu, Kelly ter­lihat asyik memadu-padankan busana hasil kreasinya sendiri. Men­genakan celana berbentuk kain yang dililit serta rompi dengan dalaman berwarna putih.

Tentang rambut. Entah, bergaya apa. Kelly me­nyebutnya dengan gaya suka-suka. Diikat buntel-buntel serta poni rata yang eksis. Kayak gitu aja dia tetap pede.

"Hahaha…Saya tipe yang kepedaan kali ya. Dari dulu kepedean banget anaknya sih," cetusnya riang.

Kini Kelly lumayan eksis pula di dunia hiburan Tanah Air. "Maskulin, gahar, orang yang suka dengan gayanya yang nggak mainstream. Pede, ikonik, wanna be different and alwalys be different," tutur Kelly menegaskan dirinya seperti apa.

Lantas kapan Kelly terlihat manis?

"Apa? Segini kurang man­is? Hahaha…Saya bisa seksi sih dan manis bahkan anggun. Kalau, kalau aku lagi di cat­walk," bebernya lalu terse­nyum.

Selalu mencari dan mencari, Kelly memahami betul keingi­nannya dalam hidup. Termasuk menjalani tantangan di dunia seni peran. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya