Berita

Foto :Net

Bisnis

Pabrik Rumput Laut Akan Dibangun Di Natuna

MINGGU, 21 AGUSTUS 2016 | 11:50 WIB | LAPORAN:

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memajukan dan membangun pulau-pulau terdepan Indonesia. Salah satunya melalui Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Salah satu komoditas unggulan perikanan, untuk meningkatkan perekonomian melalui PSKPT tersebut adalah rumput laut.

Secara nasional, berdasarkan data statistik sementara tahun 2015, produksi rumput laut mencapai 9,9 juta ton atau mengalami kenaikan 18,84 persen per tahun dibandingkan tahun 2011 yang produksinya mencapai 5,2 juta ton.


Hal ini membuktikan bahwa rumput laut sangat bisa diandalkan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Selain karena cara budidayanya yang cukup mudah dan murah, pasarnya masih terbuka lebar.

"Pengembangan budidaya rumput laut secara sinergi dan simultan dari hulu dan hilir, merupakan bagian dari visi misi pembangunan Kabinet Kerja untuk mendorong laut sebagai sumber ekonomi bangsa di masa depan," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto melalui siaran pers KKP di Jakarta, Minggu (20/8).

Kabupaten Natuna merupakan salah satu dari 15 kabupaten terdepan yang menjadi propritas untuk dikembangkan menjadi PSKPT tahun 2016 ini.

"Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI dan Menteri Kelautan dan Perikanan, untuk mendorong percepatan pengembangan ekonomi di Kabupaten Natuna, khususnya di sektor kelautan dan perikanan," terang Slamet.

Lebih lanjut, Slamet menyebutkan, potensi lahan budidaya rumput laut di Natuna mencapai 4.757,5 hektar dan baru termanfaatkan sekitar 56 hektar atau 0,01 persen.

"Padahal apabila lahan tersebut dimanfaatkan secara optimal maka produksi rumput laut dari Kabupaten Natuna akan mencapai sekitar 150 ribu ton basah atau 22 ribu ton kering per tahun, atau senilai Rp 176 milyar per tahun," tambah Slamet.

Untuk mendorong pengembangan usaha budidaya rumput laut di Natuna, KKP melalui DJPB mengalokasikan bantuan baik berupa kebun bibit maupun budidaya rumput laut.

"Untuk kebun bibit rumput laut seluas 2,5 ha, kita dukung dengan bibit unggul kultur jaringan (kuljar) yang terbukti tumbuh lebih cepat, tahan terhadap perubahan salinitas dan kadar caragenannya lebih tinggi. Sedangkan untuk budidaya rumput laut, sedang dibangun paket percontohan budidaya rumput laut seluas 58 hektar, yang akan dikelola oleh sekitar 20 kelompok atau 200 pembudidaya," paparnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya