Berita

Politik

Kader PDIP Semakin Kesal Terhadap Ahok

SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 20:33 WIB

Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) semakin kesal kepada Basuki T. Purnama. Terutama setelah Gubernur DKI Jakarta tersebut bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Rabu lalu.

Saat itu, Ahok menyatakan kedatangannya ke kantor DPP PDIP bukan untuk meminta dukungan, melainkan hanya meminta restu kepada Megawati untuk meminang Djarot Saiful Hidayat menjadi pasangannya pada Pilkada DKI 2017.

Kader banteng tak terima dengan pernyataan Ahok tersebut.


"Ada statement dia (Ahok) yang cukup mengganjal. Dia mengatakan, 'saya tidak mendaftar, tapi saya hanya melamar Djarot.' Teman-teman di bawah sudah sakit hati, tambah sakit hati lagi," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan DKI, Wiliam Yani, Sabtu (20/8), seperti dilansir RMOLJakarta.

Dia memperingatkan Ahok untuk tidak bersikap arogan. Terlebih, Megawati sama sekali belum memutuskan sikap untuk mendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017.

"Jadi hari ini pengurus Jakarta lebih banyak yang tidak suka Ahok. Kalau sudah ada keputusan dukung Ahok, kita ikut saja. Namun kita harapkan Pak Ahok jangan arogan," kata dia.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristyanto juga merasa geram dengan perkataan Ahok tersebut. Menurut Hasto, tidak mungkin Ahok datang hanya untuk meminta Djarot sebagai calon wakilnya saja, tanpa minta dukungan dari PDIP. Karena Djarot adalah kader internal PDIP, sehingga tidak dapat dipisahkan begitu saja dari partai.

"Pak Ahok kami harap dapat disiplin berbicara. Sebaiknya berpolitik itu melihat substansinya. Berpolitik itu menyatukan. Beliau (Ahok) itu pemimpin. Jangan jadi pemimpin yang memecah belah," kata Hasto, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

Tak hanya Wiliam dan Hasto, calon yang dipinang Ahok pun, Djarot merasa geram dengan ocehan tersebut. Djarot bahkan mengatakan dirinya setia dan patuh pada mekanisme partai, termasuk untuk menerima atau menolak tawaran dari Ahok yang memintanya menjadi wakil dalam Pilgub DKI 2017.

"Djarot punya partai, partai punya Djarot," kata mantan Wali Kota Blitar itu saat menghadiri Festival Kampung Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8). [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya