Berita

Jokowi/Net

Politik

Jagoan Golkar Di Pilkada Ngarep Dapat 'Jokowi Effect'

Pasca Dukung Pemerintah
MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL Partai Golkar mengharapkan dapat Jokowi effect untuk mendongkrak perolehan suara partai. Untuk tes awal, popularitas tinggi yang dimiliki Jokowi akan dimanfaatkan buat muluskan jagoan Golkar yang maju di pilkada.

PasCa mendeklarasikan du­kungan terhadap Jokowi untuk maju kembali di Pilpres 2019, Partai Golkar terus aktif blusu­kan ke daerah-daerah. Gambar muka Jokowi mulai menghiasi spanduk dan baliho-baliho Partai Golkar di daerah.

Kemarin, saat melantik 279 pengurus DPP Partai Golkar, Setya Novanto kembali mengin­truksikan seluruh kadernya untuk memenangkan Jokowi. Seluruh kadernya di daerah diperintahkan untuk memasang gambar Jokowi di setiap acara yang diselenggarakan pengurus Golkar di daerah.


"Untuk mendukung pencalo­nan Pak Jokowi, pasang gambar, pasang foto di baliho, span­duk billboard," ujar Novanto di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, kemarin.

Instruksi itu juga diberikan ke­pada setiap calon kepala daerah yang akan maju pada pilkada mendatang. Ia meminta, agar gambar Jokowi juga diikutserta­kan di dalam setiap baliho yang dipasang di jalan-jalan.

"Buat desain baliho semenarik mungkin. Sehingga itu juga berdampak positif bagi Golkar ke depan," ujarnya.

Selain itu, Novanto juga mem­inta agar pengurus DPP Golkar menyusun rencana strategis, rencana operasioal dan ren­cana pelaksanaan pemenangan pemilu. Tak hanya untuk me­menangkan pilpres, tetapi juga pilkada serentak serta pemilu legislatif mendatang.

Bekas Ketua DPR ini meng­ingatkan, momentum pilkada nanti harus sebagai ajang kon­solidasi dalam mendukung program-program pemerintah. Namun, Setya mengklaim, tak akan ada sanksi bagi calon kepala daerah sokongan Golkar yang tak menampilkan wa­jah Jokowi. Justru itu lanta ran basis massa Golkar yang menghendaki Presiden Jokowi memimpin dua periode.

"Saya rasa, semua kita se­rahkan kepada daerah. Sampai sekarang, justru daerah lah yang minta (memuat gambar Jokowi). Jadi, kita tak perlu beri sanksi apa-apa," ujar Novanto.

Sebelumnya, Novanto mem­bantah bila keputusan men­gusung Jokowi di pilpres nanti karena keinginannya untuk maju sebagai cawapres. "Secara pribadi saya tidak punya ambisi apapun kecuali ingin memb­esarkan partai dalam tiga tahun ini. Tidak ada pemikiran untuk menjadi pejabat apapun," kata Novanto dalam keterangan per­snya, kemarin.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi menilai elektabilitas Partai Golkar bisa meningkat setelah memutuskan mendu­kung Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Golkar bisa jadi merebut ban­yak suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang dikenal publik tidak memi­liki hubungan harmonis dengan Jokowi.

"Seringkali PDIP melihat Jokowi sebagai ancaman, bu­kan peluang. Misal naiknya suara PDI-P tidak dilihat sebagai bagian dari kerja keras Jokowi. Tentu yang akan mendapat getah positifnya Golkar," kata Burhanudin.

Survei SMRC menunjukkan, kepuasan masyarakat terhadap Jokowi semakin meningkat menjadi 67 persen pada Juni 2016 ini. Elektabilitas Jokowi apabila Pilpres 2019 digelar sekarang pun masih teratas dibanding nama-nama lain.

Burhanudin menilai, Golkar cukup cerdas melihat kondisi ini untuk meningkatkan elek­tabilitas yang sempat terpuruk pasca dualisme kepemimpinan yang terjadi.

"Data kami ketika Golkar di luar pemerintahan sebagai komandan KMP, elektabili­tas cuma 10 persen, sekarang ketika dukung Jokowi naik jadi 15 persen," ucap Burhanudin. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya